Banjir Susulan di Guo, Pemerintah Sediakan Air Bersih ke Warga Terdampak


PADEK.JAWAPOS.COM — Pemenuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam pemulihan pascabanjir bandang di Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan layanan dasar agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas rumah tangga dengan lebih aman.
Banjir yang kembali menerjang kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026) meninggalkan material lumpur, batu, dan kayu di sejumlah rumah serta lingkungan permukiman. Selain pekerjaan pembersihan, warga membutuhkan air untuk mandi, memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan anak-anak.
Lena Hatri, 40, warga terdampak di Guo, mengatakan pasokan air perpipaan masih kerap terputus. Sementara itu, kondisi air sungai di sekitar permukiman belum dapat diandalkan untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.
“Air PDAM sering putus-putus. Aliran air sungai juga sedang kering karena orang-orang bekerja, sehingga airnya keruh dan belum bisa digunakan untuk mencuci piring atau pakaian,” ujarnya.
Menurut Lena, warga membutuhkan pasokan air bersih untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ketika persediaan di tempat penampungan habis, warga perlu menghubungi petugas agar pasokan dapat kembali dikirimkan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan setelah banjir bukan hanya berkaitan dengan bangunan yang rusak. Ketersediaan air bersih dan sanitasi juga menentukan apakah rumah sudah dapat digunakan kembali secara layak.
Kebutuhan Anak dan Pemulihan Rumah Tangga
Selain air bersih, keluarga terdampak masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan anak-anak. Santi Dewi, 39, warga penyintas banjir di Guo, mengatakan bantuan sembako membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan setelah bencana.
Namun, sejumlah perlengkapan sekolah anak, seperti tas dan perlengkapan belajar, masih belum mencukupi kebutuhan keluarga terdampak. Sebagian perabot rumah tangga juga rusak akibat terjangan air dan material banjir.
Kondisi ini membutuhkan pendataan yang terkoordinasi agar bantuan lanjutan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Selain bantuan pangan, pemulihan perlu memperhatikan kebutuhan air bersih, sanitasi, perlengkapan sekolah, serta kelayakan rumah untuk dihuni kembali.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




