Dosen Teknik Mesin Universitas Andalas (Unand) Haznam Putra menyampaikan, pengeringan untuk mengurangi kandungan air pada magot sehingga mudah diangkut dan dikemas.
“Dengan dilakukannya pengeringan akan mampu mengawetkan maggot,” kata Haznam kepada Padang Ekspres, Selasa (7/12).
Dengan demikian, harga jual maggot kering akan naik. Dari semula dalam kondisi basah pada kisaran Rp 6.000 sampai Rp 8.000, harga jual maggot kering bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
“Nah, maggot kering ini mudah diproduksi secara massal, lalu dapat menjadi alternatif pakan ternak yang ekonomis dan ramah lingkungan,” tutur Haznam.
Menurut Haznam, yang perlu diperhatikan saat proses pengeringan maggot adalah temperatur dan lama pengeringan. Pasalnya, temperatur yang terlalu tinggi dan durasi pengeringan yang lama bisa menurunkan kandungan protein maggot lantaran adanya denaturasi.
“Jika pengeringan dilakukan dengan temperatur dan durasi yang sesuai, kandungan protein yang tinggi dimiliki maggot berada pada rentang 40 sampai 50 persen,” sebut Haznam.
Di Sumbar, startup produsen maggot yang telah melakukan pengeringan dengan baik dan sesuai standar adalah Larvaeco. Startup ini merupakan binaan Inkubator Bisnis Teknologi (Inbistek) Unand.
Selain itu, Startup Larvaeco juga mendapat bantuan pendanaan dan pembinaan, untuk pengembangan usaha budidaya maggot dan sociopreneur pengolahan sampah organik bekerjasama Bank Sampah Sahabat Alam di Kampung Apar Kota Pariaman dari Program Berkelanjutan Unand.
Lebih lanjut Haznam menjelaskan, ada beberapa langkah konvensional untuk mengeringkan maggot. Langkah pertama menyiapkan maggot, lalu cuci minimal dua kali agar menjadi bersih.
“Rendam maggot pada air panas. Kemudian maggot dapat dikeringkan menggunakan oven atau dapat mengsangrainya dengan alat yang sederhana,” terang Haznam.
Perlu diperhatikan durasi pengeringan dan temperatur yang digunakan agar kulit maggot yang tipis tidak gosong sehingga mengurangi kandungan protein yang ada.
Selanjutnya, diamkan pada wadah terbuka sampai benar-benar kering dan siap dikemas pada wadah kedap udara agar bisa tahan lebih lama. “Nah maggot yang telah dikeringkan juga dapat dijadikan tepung maggot dan pelet maggot untuk pakan ternak,” ujar Haznam. (idr) Editor : Novitri Selvia