Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melihat Usaha Jahit Fery Taylor Pasar Alai: Dari Penjahit Sambilan hingga Punya Usaha Sendiri

Riyadhatul Khalbi • Jumat, 26 Desember 2025 | 10:15 WIB

Syafrianto, penjahit di Pasar Alai, sedang mengukur baju pelanggannya beberapa waktu lalu.
Syafrianto, penjahit di Pasar Alai, sedang mengukur baju pelanggannya beberapa waktu lalu.
Ketekunan dan keberanian mengambil keputusan besar mengantarkan Syafrianto, 38, membangun usaha jahit Fery Taylor yang hingga kini tetap eksis di Pasar Alai, Kota Padang. Perjalanan usahanya bermula dari keterampilan menjahit yang telah ia tekuni sejak duduk di bangku SMA di Palembang, diajarkan langsung oleh sang kakak. Seperti apa ceritanya?

Riyadhatul Khalbi, Padang—

Selepas SMA, Syafrianto merantau ke Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Bung Hatta, jurusan Teknik Industri. Namun di tengah perjalanan kuliahnya, kondisi ekonomi keluarga mengalami penurunan.

Ia pun memilih bekerja sebagai penjahit di sebuah usaha konveksi untuk membantu meringankan beban ibunya, satu-satunya orangtua yang menanggung biaya pendidikannya.

Dalam kesehariannya, Syafrianto harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Jika kuliah pagi, ia menjahit hingga malam hari. Sebaliknya, bila kuliah siang, ia bekerja sejak pagi sebelum kembali melanjutkan aktivitas di malam hari. Upah dari menjahit menjadi penopang utama kebutuhan hidupnya selama merantau.

Namun, kondisi ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik membuat Syafrianto mengambil keputusan berat. Meski hanya tinggal menyelesaikan skripsi, ia memutuskan berhenti kuliah tanpa sepengetahuan keluarga. Keputusan itu diambil demi menghindari orangtuanya harus menggadaikan harta benda untuk membiayai pendidikannya.

Dengan tekad kuat, Syafrianto memilih membuka usaha jahit sendiri meski tanpa modal. Ia kemudian mengajak Linda Virmasari, 40, teman yang kerap belajar menjahit bersamanya.

Linda melihat ketekunan dan kerapian hasil jahitan Syafrianto, lalu membantu mencarikan modal usaha melalui keluarganya hingga mereka mampu mengontrak sebuah kios di Pasar Alai.

“Setelah buka usaha berdua, dia (Virmasari) cari pinjaman untuk bayar kontrakan separuh dulu, sisanya janji sebulan. Kebetulan dia sekarang jadi istri saya,” ujar Syafrianto kepada Padang Ekspres.

Pada awal merintis usaha, mereka bahkan masih meminjam mesin jahit merek Singer milik teman. Usaha tersebut sempat terseok-seok, namun memasuki bulan ketiga mulai menunjukkan perkembangan. Pesanan jahitan seragam angkatan dari juniornya semasa kuliah menjadi titik balik dan modal awal untuk mengembangkan usaha.

Seiring waktu, Fery Taylor mulai menerima banyak pesanan, baik dari perorangan, pelaku usaha, maupun borongan dari sejumlah instansi. Hal ini turut memperkuat keberlangsungan usaha mereka.

Syafrianto pun akhirnya memberanikan diri memberi tahu keluarganya bahwa ia telah berhenti kuliah dan memilih membuka usaha jahit. Keluarganya sempat mendatangi toko, namun melihat banyaknya pesanan yang tengah dikerjakan, mereka akhirnya memahami dan menerima keputusannya.

Menjalankan usaha bersama Linda setiap hari membuat keduanya semakin dekat. Hubungan kerja tersebut berlanjut ke jenjang pernikahan pada 2018. Kini, pasangan ini telah dikaruniai seorang anak berusia tiga tahun.

Dalam menjalankan usahanya, Syafrianto mengaku kerap menghadapi permintaan jahitan yang rumit. Namun ia berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan keramahan serta hasil jahitan yang rapi demi kepuasan pelanggan.

Hingga kini, Fery Taylor tetap menjadi tempat jahit langganan bagi banyak pelanggan. Sebagian besar konsumen datang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Saat wawancara berlangsung, seorang pemuda terlihat datang untuk memperpendek kemejanya setelah direkomendasikan oleh temannya.

Ke depan, Syafrianto berharap usahanya terus berkembang. Ia juga berharap akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat lebih dipermudah. Sebelumnya, ia telah dua kali memanfaatkan program tersebut, namun mengalami kendala saat mengajukan pinjaman ketiga.

Selain itu, ia juga memiliki mimpi jangka panjang untuk mengembangkan usahanya ke sektor konveksi, yang dinilai memiliki peluang lebih besar dibandingkan usaha jahit skala kecil. (*)

Editor : Adetio Purtama
#usaha sendiri #Pasar Alai #usaha jahit #Penjahit #Fery Taylor #sambilan #padang