Kondisi di lapangan, banjir bercampur lumpur merendam rumah, UMKM, jalan lingkungan, serta fasilitas umum, menyebabkan aktivitas warga terhenti dan kerugian ekonomi yang signifikan.
Kehadiran mahasiswa KKN Kebencanaan Cupaktangah 8 menjadi bagian dari upaya pemulihan melalui pendataan dampak, pembersihan lingkungan, edukasi kebencanaan, dan kajian teknis bangunan terdampak sebagai dasar penguatan ketangguhan warga pascabanjir.
Ketua Tim KKN Kebencanaan Cupaktangah 8, Febriyola, mengatakan pihaknya melakukan pendataan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara warga untuk memperoleh gambaran riil dampak banjir.
“Kami mencatat puluhan warga terdampak dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah, terutama pada rumah dan UMKM di tepi jalan raya. Data ini kami serahkan kepada kelurahan dan pihak terkait sebagai bahan perencanaan bantuan dan pemulihan ekonomi,” ujarnya saat di lokasi, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya mendata tapi juga terlibat langsung membersihkan lumpur di rumah warga, tempat ibadah, Kantor Kerapatan Adat Nagari, serta saluran drainase bersama masyarakat.
Lurah Cupaktangah, menyebutkan hasil pendataan dan kajian teknis mahasiswa KKN, termasuk analisis kelayakan Kantor KAN yang sempat terendam hingga 70 sentimeter, akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
“Rekomendasi pemetaan alur air, perbaikan drainase, dan penguatan kesiapsiagaan warga menjadi bahan koordinasi kami ke tingkat kota agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” katanya.
Bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Cupaktangah 8, warga menata kembali lingkungan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan harapan baru.
Dari genangan yang menyisakan luka, lahir kesadaran kolektif bahwa ketangguhan tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.
KKN Cupaktangah 8 telah menjadi bagian dari proses itu mengukir jejak pengabdian di tengah lumpur, demi masa depan yang lebih aman, tangguh, dan bermartabat.
Ke depan, pemerintah kelurahan bersama warga dan mahasiswa akan melanjutkan edukasi pengelolaan sampah serta gotong royong rutin sebagai langkah pencegahan banjir berulang. (*)
Editor : Adetio Purtama