Hingga sepekan sebelum puasa, harga beras di pasar tradisional masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan tanda penurunan.
Pantauan di Pasar Raya Padang pada Kamis (12/2/2026) memperlihatkan harga berbagai jenis beras masih berada di atas kisaran normal.
Pedagang beras di toko “Jon Bareh”, Sur (51), menyebut tren kenaikan sudah terjadi sejak banjir bandang melanda Sumatera Barat pada November 2025.
"Harga beras naik sejak banjir bandang akhir tahun lalu dan sampai sekarang belum turun juga," ujar Sur.
Harga Bervariasi, IR 42 Jadi Pilihan
Beras jenis Sokan Solok dan Kuriak Kusuik Bukittinggi saat ini dijual Rp19.000 per kilogram.
Sokan Padang dibanderol Rp17.000 per kilogram, sedangkan Sokan Palembang Rp16.000 per kilogram.
Untuk IR 64 asal Medan dijual Rp16.500 per kilogram dan IR 64 asal Jawa Rp16.000 per kilogram.
Beras IR 42 yang banyak diminati masyarakat menengah ke bawah dijual Rp16.500 per kilogram untuk grosir dan Rp17.000 per kilogram untuk eceran.
Sementara beras premium Solok Ori berkode “C” mencapai Rp21.000 per kilogram dengan peminat terbatas.
Sur menjelaskan tingginya harga dipicu minimnya stok lokal karena belum memasuki masa panen raya di Sumatera Barat.
Pasokan dari Solok dan Bukittinggi disebut masih terbatas, sementara distribusi yang relatif lancar berasal dari Padang Pariaman.
Ia memperkirakan harga akan bertahan tinggi hingga bulan puasa berakhir dan baru melandai setelah panen raya pasca Idul Fitri.
Pulut Stabil, Pemko Gelar Operasi Pasar
Berbeda dengan beras konsumsi harian, harga beras pulut dan ketan relatif stabil.
Pulut Pitalah dijual Rp60.000 per gantang, Pulut Jawa Rp32.000 per kilogram, dan beras pulut ketan Rp40.000 per gantang.
Sur menyebut permintaan pulut dan ketan masih normal dan biasanya meningkat mendekati Lebaran.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Plt. Kepala Dinas Perdagangan Junie Nusyamza menyatakan pihaknya rutin melakukan intervensi harga melalui operasi pasar.
"Kita melakukan intervensi harga melalui operasi pasar yang dilakukan secara rutin selama sebulan di beberapa titik, seperti di Al-Hakim," ujar Junie.
Ia menjelaskan penyediaan beras dalam operasi pasar bergantung pada stok yang tersedia, dengan upaya menyertakan beras lokal Sumbar melalui kerja sama dengan Bulog.
Junie menambahkan, untuk persoalan distribusi dan pasokan antarwilayah akibat dampak bencana, pemerintah kota akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Hingga berita ini diturunkan, harga beras di Kota Padang masih bertahan tinggi, sementara operasi pasar terus digelar guna membantu menjaga stabilitas menjelang Ramadhan. (CR3)
Editor : Hendra Efison