Sekolah yang sebelumnya roboh akibat banjir bandang pada akhir November 2025 akan dibangun kembali melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Kegiatan pencanangan ini dihadiri Wali Kota Padang, Fadly Amran, COO Danantara, Dony Oskaria, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, dan Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf Ferry Adianto.
Fadly Amran menyampaikan terima kasih atas kontribusi PT Inalum dan menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha penting untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan.
“Pemerintah Kota Padang menyambut baik dukungan dari PT Inalum melalui program TJSL ini. Pembangunan kembali SDN 49 Batang Kabung menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari 22 sekolah yang terdampak banjir, SDN 49 mengalami kerusakan paling berat. "Semoga sinergi ini berlanjut untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan fasilitas pesantren di sekitar lokasi," harap Fadly Amran.
Ia menjelaskan, setelah banjir bandang merusak bangunan sekolah, proses belajar mengajar sempat terganggu. Para siswa dipindahkan sementara ke fasilitas lain, termasuk puskesmas pembantu (pustu) dan TK V Batang Kabung.
Menurut Fadly, pembangunan sekolah ini direncanakan selesai pada tahun 2026. Setelah selesai diharapkan dapat digunakan pada tahun ajaran baru.
Proyek ini mencakup, enam ruang kelas dengan konsep dua lantai. Kemudian empat ruang fungsional untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas pendukung dibangun dengan standar kualitas konstruksi tinggi dan aman.
COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan anak-anak di Batang Kabung kembali mendapatkan sarana belajar yang aman, layak, dan berkualitas,” katanya.
Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, menyebut program TJSL difokuskan pada sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk pendidikan dan penanganan pascabencana.
Ia berharap pembangunan SDN 49 dapat memperlancar proses pendidikan dan menjadi simbol kebangkitan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. “Kami berharap pembangunan berjalan lancar dan menjadi penyemangat baru bagi para siswa dan guru di sekolah ini,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto