Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kafe di Kawasan Pondok Padang Diserbu Pengunjung, Tren Bukber Memuncak di Pekan Kedua Ramadan

Mengki Kurniawan • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:34 WIB

Fenomena bukber di kawasan Pondok Padang ramai pada pekan kedua Ramadan. Kafe dipadati pengunjung yang datang untuk buka puasa bersama.
Fenomena bukber di kawasan Pondok Padang ramai pada pekan kedua Ramadan. Kafe dipadati pengunjung yang datang untuk buka puasa bersama.
PADEK.JAWAPOS.COM–Kawasan Pondok di Kota Padang tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (7/3/2026) petang ketika ratusan warga datang ke deretan kafe untuk menghadiri acara buka puasa bersama atau bukber.

Cahaya lampu dari kafe-kafe estetik di sepanjang jalan mulai menyala sejak menjelang waktu berbuka, menyambut pengunjung yang berdatangan secara berkelompok.

Sebagian besar pengunjung tidak hanya datang untuk berbuka puasa, tetapi juga untuk mengikuti tradisi bukber yang telah menjadi agenda tahunan selama bulan Ramadan.

Di salah satu kafe yang cukup populer di kawasan tersebut, Putri Maharani (23) terlihat berbincang bersama rekan-rekannya.

Karyawan magang di salah satu perusahaan swasta di Kota Padang itu mengatakan acara bukber telah direncanakan sejak awal Ramadan bersama teman-temannya.

“Bagi saya, motivasi utama ikut bukber ini adalah untuk mempererat silaturahmi di bulan suci. Ini momen kebersamaan yang langka bersama teman-teman, jadi bukan sekadar fomo atau ikut-ikutan tren saja,” ujar Putri saat ditemui di sela kegiatan tersebut.

Fenomena yang dialami Putri mencerminkan perubahan pola sosial masyarakat dalam menjalani tradisi berbuka puasa bersama.

Jika sebelumnya buka puasa lebih identik dengan kegiatan ibadah di rumah atau di masjid, kini aktivitas tersebut juga menjadi sarana mempererat jejaring sosial di berbagai kalangan.

Acara bukber kini diikuti oleh berbagai kelompok pertemanan, mulai dari keluarga besar, teman sekolah dari berbagai jenjang, hingga rekan kerja dalam lingkungan profesional.

Namun di balik suasana kebersamaan tersebut, Putri mengakui bahwa banyaknya undangan bukber sering menjadi tantangan bagi pengelolaan keuangan pribadi.

Ia menyebut biaya makan di luar rumah serta transportasi menuju lokasi pertemuan dapat menambah pengeluaran selama Ramadan.

“Jujur, tren ini cukup mengganggu manajemen keuangan kalau diikuti terlalu sering. Biaya makan di luar dan transportasi itu lumayan terasa potongannya,” katanya.

Baca Juga: Ramadan Pekan Ketiga, Penjualan Daging Sapi di Pasar Raya Padang Naik 20 Persen

Dari sisi ekonomi, fenomena bukber juga memberi dampak terhadap pelaku usaha kuliner di Kota Padang.

Sejumlah kafe, kedai kopi, hingga hotel yang menyediakan paket makan seperti All You Can Eat mencatat peningkatan kunjungan pelanggan selama Ramadan.

Tingginya minat masyarakat bahkan membuat pengunjung harus melakukan reservasi lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk di sejumlah kafe yang populer.

Selain faktor ekonomi, budaya visual dan media sosial turut memengaruhi pilihan lokasi bukber masyarakat.

Banyak pengunjung memilih tempat dengan desain interior menarik dan pencahayaan yang baik agar momen kebersamaan dapat diabadikan dan dibagikan di media sosial.

Putri juga menyoroti sejumlah hal yang sering terjadi selama kegiatan bukber berlangsung.

“Negatifnya, sering kali kita jadi melalaikan ibadah Maghrib karena terlalu asyik mengobrol atau mengantre makanan. Selain itu, kalau tidak dikontrol, pembicaraan bisa menjurus ke arah ghibah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa antrean panjang di area wastafel atau musala kafe juga sering membuat waktu salat Maghrib terlewat bagi sebagian pengunjung.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, tren bukber biasanya mencapai puncaknya pada minggu kedua hingga minggu ketiga Ramadan.

Pada periode tersebut jadwal pertemuan sering kali saling bertumpuk antara berbagai kelompok pertemanan yang mengadakan acara serupa.

Sementara itu, memasuki minggu keempat Ramadan, intensitas bukber biasanya mulai menurun karena masyarakat mulai fokus pada persiapan mudik dan perayaan Idulfitri.(*)

Editor : Hendra Efison
#tren buka puasa bersama #kafe Pondok Padang Ramadan #bukber Padang #aktivitas bukber Kota Padang