Angka tersebut menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 18 persen, lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki yang tercatat sebesar 14,4 persen.
Kondisi ini mendorong upaya promotif dan preventif sejak usia remaja guna mencegah anemia serta mendukung terciptanya generasi penerus bangsa yang sehat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program BOOST (Bersama Optimalkan Orientasi dan Suplementasi Tambah Darah) yang digagas oleh dokter muda Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Tim dokter muda yang menginisiasi program ini terdiri dari Muhammad Naufal Naveki, Nadealsy Evnia Putri, Muhammad Farhan Hawari, Amanda Yulita Amalia, Nisriinaa Yurensi, Fatmi Puti Anita, serta Diani Pratiwi Safitri dengan bimbingan Firdawati dan penguji Rima Semiarty.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Lubuk Kilangan serta dukungan dari pihak SMA Negeri 14 Padang yang diwakili oleh Nurafni.
Program BOOST diikuti oleh seluruh siswi kelas XII, anggota Palang Merah Remaja (PMR), serta wali kelas di lingkungan sekolah tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan resmi, dilanjutkan sesi pre-test, penyuluhan interaktif bertema “Remaja Sehat Tanpa Anemia dengan BOOST”, peluncuran website edukasi BOOST, serta sesi post-test yang diakhiri dengan fun games berhadiah.
Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sekaligus dokter di RSUP M Djamil Padang, Deo Cerlova Milano.
Ia menjelaskan bahwa gejala awal anemia yang mudah dikenali dikenal dengan istilah 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai.
“Sebagai calon ibu, anemia harus dicegah sedini mungkin untuk menghindari kehamilan yang berisiko dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama makanan kaya zat besi serta meminum suplemen tablet tambah darah sesuai anjuran WHO yaitu satu tablet per minggu,” ujar Deo.
Dalam sesi peluncuran website edukasi BOOST, dokter muda juga membagikan pouch berisi tablet tambah darah dari Puskesmas Lubuk Kilangan, kartu monitor konsumsi tablet tambah darah, serta leaflet edukasi kepada para siswi.
Baca Juga: Jelang Idulfitri 1447 H, Wako Yota Balad Kumpulkan Forkopimda, Bahas Parkir Liar hingga BBM
Selain itu, anggota PMR diberikan pengarahan agar dapat berperan dalam memberikan edukasi serta memonitor keberlanjutan konsumsi tablet tambah darah di lingkungan sekolah.
Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, Wisminuria, bersama jajaran memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program BOOST melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui dukungan lintas sektor serta menjadi pemicu bagi remaja untuk menerapkan perilaku hidup sehat, termasuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah guna mencegah anemia.(*)
Editor : Hendra Efison