Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Digitalisasi Smart Surau, Pemko Padang Pasang Tablet dan Pemindaian Wajah

Hendra Efison • Minggu, 15 Maret 2026 | 22:46 WIB

Pemko Padang menerapkan teknologi facial recognition di masjid melalui program Smart Surau untuk memantau aktivitas ibadah siswa dan memperkuat peran remaja masjid.
Pemko Padang menerapkan teknologi facial recognition di masjid melalui program Smart Surau untuk memantau aktivitas ibadah siswa dan memperkuat peran remaja masjid.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang memperkuat program Smart Surau dengan menerapkan teknologi pemindaian wajah (facial recognition) untuk memantau aktivitas ibadah siswa di masjid dan musala.

Inovasi ini diumumkan Wali Kota Fadly Amran saat penyerahan santunan anak yatim dan penutupan Pesantren Ramadan di Masjid Al-Munawwarah Siteba, Minggu (15/3/2026).

Program ini dilakukan dengan menempatkan ribuan unit tablet di masjid dan musala di seluruh Kota Padang untuk mencatat kehadiran siswa dalam kegiatan keagamaan secara digital.

Digitalisasi Pemantauan Ibadah

Fadly Amran menjelaskan bahwa sistem pemantauan sebelumnya menggunakan kartu fisik dan barcode.

Ke depan, teknologi pemindaian wajah akan digunakan untuk meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran siswa dalam aktivitas masjid.

“Kita akan tempelkan tablet di masjid-masjid dan musala. Jadi tinggal scan wajah saja lagi, lebih praktis dan modern,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, data kehadiran siswa dalam kegiatan keagamaan dapat tercatat secara lebih terintegrasi.

Pemerintah kota juga merencanakan agar sistem tersebut dapat diakses oleh orang tua dan guru untuk memantau aktivitas rohani anak secara real-time.

Anggaran Aktivasi Remaja Masjid

Selain memperkuat infrastruktur teknologi, Pemko Padang juga menyiapkan anggaran khusus untuk mengaktifkan peran remaja masjid.

Pada tahun pertama, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta yang akan disalurkan melalui mekanisme kompetisi proposal.

Melalui skema ini, remaja masjid didorong menyusun berbagai program kreatif yang berbasis kegiatan di lingkungan masjid.

Program yang dapat diajukan antara lain pelatihan digitalisasi dan teknologi informasi, kegiatan mabit atau menginap di masjid dengan kurikulum modern, serta program sosial kemasyarakatan.

Baca Juga: H-5 Lebaran, Penjualan Bumbu Dapur di Pasar Lubuk Basung Meningkat

“Kita lombakan. Mana yang paling kreatif dan serius, itu yang dipilih oleh bagian Kesra. Kita ingin remaja masjid memiliki tujuan dan dukungan dana yang jelas untuk mengeksekusi ide-ide mereka,” tambah Fadly.

Perkuat Peran Masjid bagi Generasi Muda

Langkah digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memperkuat fungsi masjid dalam kehidupan masyarakat.

Melalui program Smart Surau, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang aktivitas bagi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas dan kegiatan sosial.

Saat ini tercatat sekitar 30.000 hingga 60.000 siswa di Padang aktif meramaikan masjid setiap hari melalui program Subuh Mubarokah.

Dengan dukungan teknologi dan program pemberdayaan remaja masjid, pemerintah kota berharap kegiatan keagamaan di masjid dapat terus berkembang sekaligus mendorong pembentukan karakter generasi muda.(*)

Editor : Hendra Efison
#program Subuh Mubarokah #facial recognition masjid Padang #Smart Surau Padang