Arus lalu lintas di depan pasar yang biasanya padat hingga menyebabkan kemacetan, kini terlihat lancar. Di dalam area pasar, sejumlah lapak pedagang masih tertutup, sementara lorong-lorong yang biasanya dipenuhi pembeli kini tampak longgar dan sepi aktivitas.
Kondisi ini diduga sebagai dampak berakhirnya libur Idulfitri 1447 Hijriah. Sebagian masyarakat masih berada di kampung halaman atau belum kembali menjalani aktivitas normal di kota.
Sepinya aktivitas jual beli dirasakan langsung oleh para pedagang. Lukman (45), seorang pedagang sembako, mengaku jumlah pembeli menurun drastis dibandingkan sebelum Lebaran.
“Pasar memang lebih sepi dari biasanya. Mungkin masyarakat masih dalam suasana lebaran atau belum kembali dari kampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap omzet harian. Jika sebelumnya ia dapat melayani puluhan pelanggan sebelum siang hari, kini pembeli yang datang hanya beberapa orang saja.
Fenomena ini, menurut Lukman, merupakan pola tahunan yang kerap terjadi setelah hari besar keagamaan. Namun, ia menilai kondisi tahun ini terasa lebih lama dibandingkan sebelumnya.
“Penjualan jelas menurun, apalagi dibandingkan sebelum lebaran yang sangat ramai. Sekarang lebih banyak menunggu, karena stok barang masih banyak,” tambahnya.
Selain faktor mudik, daya beli masyarakat pasca-lebaran juga menjadi penyebab utama sepinya pasar. Banyak warga yang telah mengeluarkan biaya besar untuk kebutuhan hari raya, sehingga memilih berhemat.
Komoditas yang paling terdampak adalah bahan pokok dan bumbu dapur. Meskipun stok melimpah dan harga relatif stabil, hal tersebut belum mampu menarik minat pembeli untuk kembali berbelanja dalam jumlah besar.
Para pedagang memperkirakan aktivitas pasar akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan, terutama saat akhir pekan, seiring kembalinya masyarakat ke rutinitas kerja.
Mereka berharap kondisi ini hanya bersifat sementara dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional dapat segera pulih agar pendapatan pedagang kembali meningkat. (cr3)
Editor : Adetio Purtama