Ya, sesuai namanya, danau se luas 1,02 kilometer persegi tersebut berada di Nagari Kampung Batudalam, Kecamatan Danau Kembar. Terletak di lereng Gunung Talang atau tidak jauh dari Danau Dibawah. Wajar jika hawa dingin khas pegunungan menjadi sensasi tersendiri saat mengunjungi danau tersebut.
Berbeda dengan 3 danau yang sudah termasyur itu, Danau Talang justru masih belum terlalu tersentuh oleh permukiman atau pembangunan lain. Sehingga hal itu membuat danau ini masih terlihat sangat asri.
Orang-orang sekitar menyebutnya danau sunyi, sebuah gambaran tenangnya riak air danau, dan lingkungan sekitar yang masih asri yang jauh dari hiruk pikuk jalanan. Berjarak sekitar 30 kilometer dari Arosuka, atau 55 kilometer dari kota Padang.
Lokasinya bisa diakses melalui 2 jalur, yakni dari Padang melewati Lubukselasih, dan dari Kota Solok melalui Bukitsileh. Namun jika melewati Bukitsileh, akses jalan cukup sempit.
Ada beberapa lokasi foto menarik yang telah disiapkan pengelola, seperti pohon kayu yang cukup besar diletakkan di beberapa sudut ke arah danau untuk pengunjung yang ingin berswafoto.
Selain pemandangan danau, pihak pengelola menyediakan kapal bagi pengunjung yang ingin berkeliling danau, juga ada area perkemahan bagi yang ingin bermalam di tepian danau.
Saat ini, Danau Talang merupakan salah satu dari lima danau yang menjadi destinasi wisata di Kabupaten Solok yang terus dipromosikan. Selain Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Danautuo. Danau Talang merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari salah satu kawah Gunung Talang.
Laila, 26, pengunjung yang ditemui Padang Ekspres beberapa waktu lalu mengatakan, pemandangan di Danau Talang cukup unik, sebab sensasi keasrian alam masih sangat kental.
“Kalau Danau Diatas atau Singkarak, kan berada tepat di pinggir jalan raya, jadi suasananya sudah sangat umum, tapi di Danau Talang, sangat pas untuk menenangkan pikiran,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Fernandes, 39, mengatakan, awalnya ia mengira Danau Talang masih sulit diakses. Sebab beberapa tahun lalu Ia juga pernah ke sana, tapi masih dilewati dengan jalan setapak, dan nyaris tidak tersentuh wisatawan.
Sekarang, dengan dibukanya Danau Talang sebagai objek wisata, setiap orang bisa menikmati sensasi danau yang masih asri, dan hal itu jaramg didapat di danau-danau lain.
“Saya berharap keasrian alam kawasan danau tetap dijaga, ini nilai plus Danau Talang, saya ke sini karena menikmati itu, terlebih jalan menuju kesini cukup pas untuk dinikmati dengan bersepeda,” jelasnya.
Danau Talang dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Kampung Batudalam. Kepala BUMNag Kampung Batudalam, Nazaruddin mengatakan, Danau Talang memang sudah sering dikunjungi, dan selama PSSB tahun lalu, dilakukan perluasan salah satu tepian danau.
“Tujuannya yakni agar kunjungan bisa difokuskan saja pada satu tempat agar kawasan danau tetap terjaga keaslian alamnya,” katanya.
Pihaknya juga selalu memberikan sosialisasi kepada pemuda setempat, pelaku usaha di sekitar danau harus untuk selalu menjaga lingkungan danau. Sehingga ciri khas danau yang dikenal dengan keaslian dan keasrian alam tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Kemudian, selama pandemi, pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat setempat untuk selalu memakai masker, dan mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya juga melakukan pengawasan ketat pada pengunjung, mulai dari pemuda setempat yang bertugas untuk mengingatkan pengunjung agar memakai masker dan menjalankan protokoler kesehatan lainnya.
“Karena penerapan protokoler kesehatan sudah kesepakatan bersama antara kita pengelola wisata dengan pemerintah daerah seperti memakai masker, setiap pelaku usaha juga diberikan handsanitizer,” ujarnya.
Adapun untuk memasuki kawasan objek wisata pengunjung dipungut membayar parkir dan sumbangan sukarela sebelum memasuki kawasan parkir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika mengatakan, Pemkab Solok akan terus berkoordinasi dengan wali nagari dan BUMNag setempat dalam pengembangan wisata Danau Talang ke depannya.
Namun, untuk mempercantik objek dengan wahana-wahana lain, enggan dilakukan karena menurutnya, salah satu hal yang dijual di Danau Talang ialah keasrian dan kesejukan lokasi.
“Kita tahu keaslian alam menjadi daya tarik utama Danau Talang, maka itu kami ingin pengelola selalu memperhatikan lingkungan danau, dan memastikan agar tetap terjaga,” pungkasnya. (frk) Editor : Novitri Selvia