Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian serta Sekdakab Yudesri. Rapat dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Pasaman, serta seluruh camat.
Pada kesempatan itu, Bupati Welly Suhery menegaskan rapat evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah kegiatan sentral untuk mengukur sejauh mana komitmen dan capaian kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan program pembangunan pada tahun sebelumnya.
Ia menyoroti bahwa tahun 2026 merupakan tahun krusial, maka itu semua program prioritas harus menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat. Dalam arahannya Bupati Welly mengkaji percepatan dan penyelesaian program unggulan (progul) yang dicanangkan dalam paket kebijakan.
”Saya minta semua kepala OPD untuk memastikan program-program unggulan Pemkab Pasaman berjalan dengan baik dan juga tepat sasaran dan berkualitas,” tegas Bupati Welly.
Dalam kesempatan itu, Bupati Welly juga menekankan agar semua kepala OPD untuk segera menyelesaikan payung hukum yang menjadi dasar operasional program unggulan yang ada.
”Jangan sampai program unggulan mandek. Selesaikan segera apa yang menjadi kendala, jangan sampai hal administratif menghambat langkah kita melayani masyarakat,” ingatnya.
Sementara itu, hal penting lain yang disampaikan Bupati Welly yakni, inovasi. Sangat penting bagi kepala OPD menciptakan inovasi di setiap OPD. Bupati meyakini bahwa tanpa inovasi, birokrasi akan stagnan.
”ASN Bangkit adalah ASN yang mampu menciptakan inovasi dan alur kerja yang menunjang keberlangsungan pemerintahan. Saya ingin melihat terobosan-terobosan baru, cara-cara kerja yang lebih efektif, dan model pelayanan yang memudahkan masyarakat,” tutur Bupati Welly.
Sekdakab Yudesri dalam pemaparannya, melaporkan bahwa rapat juga secara detail membahas capaian indikator kinerja setiap OPD.
”Dari evaluasi, kita identifikasi titik-titik yang masih perlu dikebut,” ujar Yudesri.
Sementara itu, Wakil Bupati Parulian menambahkan peran camat sebagai ujung tombak di wilayah sangat vital untuk memastikan program menyentuh akar rumput. (*)
Editor : Eri Mardinal