Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBD Payakumbuh 2025 Tembus Rp782 Miliar, Pemko Ajukan Ranperda Mars Daerah

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan pengajuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Ranperda Mars Payakumbuh dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan pengajuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Ranperda Mars Payakumbuh dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Payakumbuh mengajukan dua rancangan peraturan daerah (Ranperda), yakni Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Ranperda Mars Payakumbuh. Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Senin (8/6/2026).

Pengajuan dua ranperda itu menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjaga identitas budaya daerah. Pada saat yang sama, Pemko Payakumbuh juga mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp782,43 miliar atau 102,57 persen dari target Rp762,79 miliar.

Menurut Zulmaeta, capaian tersebut menunjukkan kondisi fiskal daerah yang cukup sehat dan mampu mendukung keberlanjutan pembangunan serta pelayanan publik.

Advertisement

"Pendapatan asli daerah yang ditargetkan sebesar Rp157,99 miliar terealisasi Rp166,87 miliar atau 105,63 persen," ujarnya.

Pendapatan daerah pada 2025 juga mengalami kenaikan sebesar Rp29,11 miliar atau 3,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp753,32 miliar.

Advertisement

APBD Payakumbuh 2025 Ditopang Pajak Kendaraan

Zulmaeta menjelaskan, peningkatan pendapatan daerah salah satunya berasal dari bertambahnya objek pajak melalui penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai berlaku pada 2025.

Sebelumnya, kedua komponen tersebut masuk dalam kategori pendapatan transfer antardaerah. Namun, dengan regulasi baru, opsen PKB dan BBNKB menjadi bagian dari pendapatan asli daerah.

Sementara itu, realisasi belanja APBD Kota Payakumbuh mencapai Rp765,45 miliar atau 89,95 persen dari total anggaran sebesar Rp851 miliar.

Belanja operasi terealisasi sebesar 90,97 persen, sedangkan belanja modal mencapai 88,54 persen.

Menurut Zulmaeta, angka tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien sehingga anggaran dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemko Payakumbuh Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tertinggi Ketiga di Sumbar

Pemko Payakumbuh Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tertinggi Ketiga di Sumbar

Pemko Payakumbuh kembali meraih opini WTP ke-12 berturut-turut dari BPK RI atas LKPD 2025 dengan tindak lanjut rekomendasi mencapai 83,47 persen.

Ranperda APBD 2025 hingga Tirta Sago Masuki Pembahasan, Pemko Payakumbuh Siapkan Jawaban Fraksi

Ranperda APBD 2025 hingga Tirta Sago Masuki Pembahasan, Pemko Payakumbuh Siapkan Jawaban Fraksi

DPRD dan Pemko Payakumbuh membahas tiga ranperda strategis terkait APBD 2025, Mars Payakumbuh, dan penguatan Perumda Tirta Sago.

Pendapatan Payakumbuh Naik Rp139,45 Miliar, Tembus Rp789,75 Miliar

Pendapatan Payakumbuh Naik Rp139,45 Miliar, Tembus Rp789,75 Miliar

Pendapatan Payakumbuh diproyeksikan naik Rp139,45 miliar menjadi Rp789,75 miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer