Suara knalpot bising memecah kesunyian saat sebagian warga tengah bersiap santap sahur dan menunaikan salat Subuh, sehingga suasana yang semula tenang mendadak berubah riuh oleh deru mesin sepeda motor berkecepatan tinggi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah remaja terlihat berkumpul di tepi jalan dengan beberapa sepeda motor terparkir berjajar, sementara dua hingga tiga unit lainnya bersiap di garis tak resmi yang dijadikan lintasan balap.
Tanpa pengamanan dan tanpa perlengkapan keselamatan memadai, motor-motor tersebut melesat bersamaan di ruas jalan yang relatif lurus dan dikenal sebagai salah satu jalur utama di Kota Payakumbuh.
Jalan Soekarno-Hatta merupakan akses penghubung antarwilayah yang berada di kawasan permukiman dan fasilitas pendidikan, sehingga aktivitas menjelang sahur biasanya mulai meningkat dengan lampu rumah menyala dan warga keluar membeli kebutuhan.
Irsyad (25), pengguna jalan yang melintas saat kejadian, mengaku terkejut ketika hendak menuju masjid untuk menunaikan salat Subuh dan mendadak harus memperlambat laju kendaraan karena motor melaju kencang dari arah berlawanan.
Ia menyebut suara knalpot terdengar sangat keras pada waktu ketika masyarakat sedang fokus beribadah dan mempersiapkan sahur, sehingga situasi tersebut dinilai mengganggu ketenangan dinihari.
Menurut Irsyad, aksi balap liar di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi dan selama Ramadan frekuensinya justru meningkat, terutama pada waktu menjelang Subuh ketika kondisi jalan cenderung lebih lengang.
Ia menilai kondisi tersebut berbahaya karena tidak semua pengguna jalan mengetahui adanya balapan, sehingga potensi kecelakaan bisa terjadi apabila ada warga keluar dari gang atau menyeberang secara tiba-tiba.
Dalam pengamatannya, beberapa sepeda motor yang digunakan tampak tidak dilengkapi pelat nomor serta memakai knalpot tidak standar dengan suara memekakkan telinga, yang menunjukkan pelanggaran terhadap aturan lalu lintas.
Irsyad berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur hingga waktu Subuh untuk mencegah remaja berkumpul dan melakukan balapan liar.
Warga sekitar juga menginginkan ketenangan agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama Ramadan tanpa gangguan suara kendaraan berkecepatan tinggi yang melintas tanpa kendali di jalan umum.
Jika tidak segera ditangani secara serius, aksi balap liar di Kota Payakumbuh dikhawatirkan akan terus berulang dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.(*)
Editor : Hendra Efison