Pertemuan ini digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kolaborasi antara pemangku adat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Kota Payakumbuh.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nofirwanfi, Kepala BKD Andri Narwan, Kepala Disparpora Yunida Fatwa beserta jajaran, serta Camat Lamposi Tigo Nagori Atemugiarae.
Perkuat Peran Ninik Mamak dalam Pembangunan
Wali Kota Zulmaeta mengatakan pertemuan dengan ninik mamak Latina dilakukan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan pemangku adat.
Ia menilai peran ninik mamak sangat penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Peran ninik mamak dalam pembangunan daerah ini sangat penting dan krusial. Karena itu kami berharap dukungan serta keterlibatan aktif para tetua adat dalam setiap proses pembangunan di Kota Payakumbuh,” ujar Zulmaeta.
Menurutnya, pembangunan daerah perlu tetap melibatkan unsur adat sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pemimpin daerah sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemangku adat menjadi kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai-nilai budaya masyarakat.
“Kita ingin pembangunan di Payakumbuh tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tetap berlandaskan adat dan budaya. Ninik mamak adalah tonggak dalam menjaga nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Dorong Peran Generasi Muda
Dalam pertemuan tersebut, Zulmaeta juga mengajak para ninik mamak untuk kembali menggerakkan peran generasi muda, khususnya para kemenakan, agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Baca Juga: Zulmaeta Pimpin Apel Operasi Ketupat Singgalang 2026 di Payakumbuh
Menurutnya, generasi muda perlu dilibatkan sejak dini agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman.
“Kami berharap ninik mamak dapat terus membimbing dan mengajak para kemenakan agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda harus dilibatkan sejak sekarang agar mereka menjadi bagian dari pembangunan Kota Payakumbuh ke depan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga serta membimbing generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Kami juga berharap ninik mamak dapat terus mengayomi dan membimbing para kemenakan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan yang merusak masa depan,” tegasnya.
Kecamatan Latina Dukung Kolaborasi Adat dan Pemerintah
Sementara itu, Camat Lamposi Tigo Nagori Atemugiarae menyampaikan dukungan terhadap ajakan Wali Kota Payakumbuh untuk melibatkan ninik mamak dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau yang menempatkan ninik mamak sebagai pemangku adat yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat.
“Kami di Kecamatan Latina tentu sangat mendukung arahan dan ajakan dari Bapak Wali Kota. Ninik mamak memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, sehingga keterlibatan mereka akan sangat membantu dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
Atemugiarae juga menegaskan bahwa pihak kecamatan siap menjembatani komunikasi antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan para pemangku adat di wilayah Lamposi Tigo Nagori.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ninik mamak, dan masyarakat, kami yakin pembangunan di Payakumbuh dapat berjalan lebih baik serta tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison