Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu menghadirkan perwakilan dari pesantren, madrasah, dan sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project program ramah anak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar.
Pimpinan PIAR, Ustaz H. Aslam Hadi, Lc., M.Pd., mengatakan penunjukan Ar Risalah sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan atas komitmen lembaga tersebut dalam menerapkan konsep ramah anak.
“Alhamdulillah, Ar Risalah ditunjuk sebagai tuan rumah rapat evaluasi program pesantren ramah anak di Sumbar. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Ustaz Aslam.
Ia menjelaskan, rapat tersebut membahas pelaporan dan evaluasi rencana aksi penerapan program ramah anak di masing-masing lembaga pendidikan.
Pembahasan difokuskan pada aspek kesehatan santri, pencegahan kekerasan seksual, serta antisipasi perundungan.
“Fokus utamanya adalah mengevaluasi rencana aksi program pesantren, madrasah, dan sekolah piloting ramah anak se-Sumbar yang telah ditunjuk,” tambahnya.
Ustaz Aslam menyebut Ar Risalah sebelumnya meraih penghargaan Pesantren Ramah Anak Terbaik di Sumbar 2025 karena konsisten menerapkan prinsip perlindungan anak.
Di antaranya penyediaan klinik kesehatan, pengawasan CCTV, serta pendampingan langsung oleh musyrif asrama, masing-masing membina sekitar 30 santri.
Untuk pencegahan kekerasan, bullying, dan perilaku menyimpang, PIAR bekerja sama dengan kepolisian dan dinas kesehatan setempat melalui program sosialisasi dan pembinaan rutin.
“Kami berharap dukungan pemerintah, terutama Biro Kesra Pemprov Sumbar dan Kanwil Kemenag Sumbar, agar semua lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan nyaman bagi anak-anak,” kata Ustaz Aslam.
Selain rapat evaluasi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi sosialisasi dan penyampaian materi oleh Ustaz H. Irsyad Safar, Lc., M.Ed., Ustaz H. Albert M., dan Ustaz Akmal Ahmad.(yud)
Editor : Hendra Efison