Peristiwa yang terjadi saat warga terlelap ini diduga kuat dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Sekretaris Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 00.55 WIB.
Merespons laporan tersebut, tim dari Pos Damkar Tapan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Personel tiba di lokasi dengan response time sekitar 7 menit. Objek yang terbakar terdiri dari satu unit rumah kayu dan tiga unit rumah permanen," ujar Dongki.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul saat pemilik rumah sedang tertidur lelap.
Korban mengaku terbangun setelah merasakan hawa panas yang begitu hebat dan mendengar teriakan dari tetangga sekitar. Api dengan cepat merambat karena material bangunan yang mudah terbakar.
Upaya pemadaman melibatkan satu unit armada berkapasitas 4.000 liter dari Regu A Pos Damkar Tapan.
Proses pemadaman, pendinginan, hingga tahap penyisiran lokasi berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam, hingga situasi dinyatakan terkendali pada pukul 03.30 WIB.
Dinas Damkar mencatat dua warga terdampak utama dalam musibah ini, yakni Atmawati (49), seorang ibu rumah tangga, dan Afrizon (42) yang bekerja sebagai petani.
Keempat bangunan yang terdampak terdiri dari satu unit rumah kayu dan tiga unit rumah permanen.
Dari keempat rumah tersebut, satu unit mengalami kerusakan berat, satu unit rusak sedang, dan dua unit lainnya mengalami kerusakan ringan.
"Total kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta. Namun, berkat penanganan cepat, setidaknya delapan unit rumah di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari rambatan api," tambah Dongki.
Dalam operasi ini, personel Damkar dibantu oleh warga setempat, anggota Polri, TNI, serta petugas BPBD.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dilaporkan telah terkendali dan terkendali sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.(cc1)
Editor : Hendra Efison