Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Prematur, RSUD Hanafiah Edukasi Ibu Hamil

Safrizal Putra
Penulis: Safrizal Putra❯
Para pasien mengikuti penyuluhan kesehatan di ruang tunggu Poliklinik RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar, Kamis (9/4) lalu. (DOK RSUD HANAFIAH BATUSANGKAR)
Para pasien mengikuti penyuluhan kesehatan di ruang tunggu Poliklinik RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar, Kamis (9/4) lalu. (DOK RSUD HANAFIAH BATUSANGKAR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Masalah kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan ternyata bukan perkara sepele. Jika diabaikan, kondisi ini berisiko memicu kelahiran prematur hingga bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

Guna mengantisipasi hal tersebut, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Kelainan Gigi pada Ibu Hamil” di ruang tunggu Poliklinik.

Direktur RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah, dr. Nurman Eka Putra saat dikonfirmasi terkait giat tersebut menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan rumah sakit.

Advertisement

“Kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan agenda tetap yang dilaksanakan setiap hari Kamis di poli rawat jalan. Tujuannya agar RSUD sebagai tempat berobat juga melaksanakan edukasi klinis secara langsung kepada masyarakat, di samping melalui media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, dan TikTok,” ujarnya, baru-baru ini.

Dokter Gigi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah, drg. Chairunnisa, menjelaskan perubahan hormon progesteron selama kehamilan menjadi pemicu utama meningkatnya sensitivitas jaringan gusi terhadap bakteri. Hal ini sering menyebabkan peradangan atau yang dikenal dengan istilah gingivitis kehamilan.

“Peningkatan hormon progesteron membuat aliran darah ke gusi meningkat tajam. Akibatnya, gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak dan bakteri. Jika dibiarkan, radang gusi kronis atau periodontitis ini berisiko bagi janin,” ujar drg. Chairunnisa di hadapan para pasien.

Advertisement

Ia memaparkan gejala umum yang sering dialami ibu hamil meliputi gusi yang membengkak, berwarna kemerahan, terasa nyeri, hingga mudah berdarah saat menyikat gigi. Gejala ini biasanya mulai muncul pada trimester pertama dan mencapai puncaknya pada trimester kedua serta ketiga.

Dalam pemaparannya, ia menekankan ibu hamil tidak perlu takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, tindakan medis tertentu justru sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan calon bayi.

“Ibu hamil sangat disarankan melakukan scaling atau pembersihan karang gigi ke dokter gigi, terutama pada trimester kedua. Tindakan ini aman dan efektif untuk mengatasi peradangan yang terjadi,” tambahnya.

Selain tindakan medis, pasien juga diberikan edukasi mengenai penanganan mandiri di rumah. Beberapa di antaranya adalah menyikat gigi dua kali sehari menggunakan bulu sikat yang halus, penggunaan benang gigi (dental floss), hingga berkumur dengan air garam untuk mengurangi peradangan.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rakor Kesehatan Pariaman Bahas TBC, Malaria hingga Rendahnya Skrining Kanker Serviks

Rakor Kesehatan Pariaman Bahas TBC, Malaria hingga Rendahnya Skrining Kanker Serviks

Pemko Pariaman membahas TBC, malaria, KLB, imunisasi, dan skrining kanker serviks dalam Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2026.

Saat Tubuh Berteriak Lewat Burnout

Saat Tubuh Berteriak Lewat Burnout

DI tengah kehidupan yang terus berpacu dengan waktu, burnout menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak dialami masyarakat.

Vitamin A, Pendekar Tubuh

Vitamin A, Pendekar Tubuh

VITAMIN A dikenal sebagai salah satu zat gizi penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer