Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Syahrial, Tukang Servis Jam di Pasar Raya Padang yang Tak Pernah Berhenti Melawan Waktu

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Syahrial saat melayani pelanggan servis jam tangan di Pasar Raya Padang. Semua kebutuhan keluarga dipenuhi dari putaran jarum jam yang ia rawat setiap hari. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Syahrial saat melayani pelanggan servis jam tangan di Pasar Raya Padang. Semua kebutuhan keluarga dipenuhi dari putaran jarum jam yang ia rawat setiap hari. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah hiruk pikuk Pasar Raya Kota Padang, deru pedagang bersahut-sahutan. Aroma logam dan minyak pelumas bercampur dengan semilir angin sore yang membawa cerita perjuangan.


Advertisement

Di antara riuh itu, seorang pria paruh baya duduk tekun di balik meja kayu kecil, memegang obeng mungil dan jam tangan rusak — di sinilah waktu seolah berhenti sejenak bagi Syahrial (44).

Dengan tangan cekatan, ia membuka penutup jam, menatap gear kecil di dalamnya dengan penuh kesabaran.

“Saya putuskan jadi tukang servis jam karena memang pendidikan saya terbatas, cuma tamat SMP,” ujarnya pelan, di sela pekerjaannya, Selasa (28/10/2025).

Advertisement

Lahir di Padang Laweh, Kabupaten Tanahdatar, Syahrial kini menetap di kawasan Pasar Raya, bersama istri yang berasal dari Balai Selasa, Pesisir Selatan.

Ia adalah tulang punggung keluarga dengan tiga anak — satu sudah menamatkan SMA, satu di kelas 3 SMP, dan si bungsu masih duduk di bangku SD.

Semua kebutuhan keluarga dipenuhi dari putaran jarum jam yang ia rawat setiap hari.

Advertisement

Setiap pagi, pukul 07.00, lapak kecilnya di pinggir jalan sudah buka. Ia baru menutupnya menjelang Magrib.

“Pendapatan tidak tentu, kadang bisa dapat Rp100 ribu, tapi kalau ramai bisa sampai Rp500 ribu per hari,” tuturnya sembari mengganti baterai jam pelanggan.

Layanan Syahrial beragam. Ia menjual tali jam seharga Rp10 ribu–Rp45 ribu, tergantung bahan, dan jasa ganti baterai berkisar Rp15 ribu–Rp25 ribu. Dari semua layanan, ganti baterai menjadi yang paling diminati.

Namun, tak semua hari berjalan mulus. Ia tak jarang menghadapi pelanggan yang komplain.

“Pernah ada yang marah karena mesin jam rusak setelah diservis. Kalau begitu, kita jelaskan baik-baik dan cari solusi agar pelanggan tidak kecewa,” ujarnya dengan nada tenang.

Bagi Syahrial, kejujuran dan kesabaran adalah modal utama. Meski pendidikan terbatas, ia menggantungkan hidup dari keterampilan yang ia asah selama bertahun-tahun. “Kalau kita kerja jujur, pelanggan datang sendiri,” tambahnya.

Di tengah modernisasi dan menjamurnya jam digital, Syahrial tetap bertahan. Lapak sederhananya menjadi bukti bahwa keahlian dan ketekunan masih punya tempat di tengah kerasnya kota.

Ia tidak hanya memperbaiki jam, tapi juga menjaga waktu — untuk anak-anaknya, keluarganya, dan harapannya akan masa depan yang lebih baik. (Mengki Kurniawan/cr3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Payung Tua dan Jarum Jahit, Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup di Pasar Raya Padang

Payung Tua dan Jarum Jahit, Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup di Pasar Raya Padang

tukang sol berusia 62 tahun di Pasar Raya Padang, bertahan mencari nafkah meski kehilangan lapak dan penghasilannya tak menentu.

WiFi Gratis Hadir di Basement Blok II Pasar Raya Padang, Pedagang-Pengunjung Bisa Akses Tanpa Biaya

WiFi Gratis Hadir di Basement Blok II Pasar Raya Padang, Pedagang-Pengunjung Bisa Akses Tanpa Biaya

Pemko Padang menyediakan WiFi gratis di Basement Blok II Pasar Raya Padang. Pedagang dan pengunjung bisa menikmati internet tanpa biaya.

Pedagang Sandang Pangan Dipindahkan ke Basement Pasar Raya Padang, Ini Jalur Akses Blok II dan III

Pedagang Sandang Pangan Dipindahkan ke Basement Pasar Raya Padang, Ini Jalur Akses Blok II dan III

Pedagang Sandang Pangan dipindahkan ke basement Blok II dan III Pasar Raya Padang. Simak akses masuk dan fasilitas yang disiapkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer