Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Warga Padang Selatan Padati Serak Gulo di Masjid Muhammadan, 4 Ton Gula Ditebarkan

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Tradisi Serak Gulo 2025 di Padang tebar 4 ton gula, libatkan ribuan warga, didukung Pemko dan Pemprov Sumbar, warisan budaya tak benda Indonesia. (Foto: Mengki K/Padeks)
Tradisi Serak Gulo 2025 di Padang tebar 4 ton gula, libatkan ribuan warga, didukung Pemko dan Pemprov Sumbar, warisan budaya tak benda Indonesia. (Foto: Mengki K/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Ribuan warga memadati halaman Masjid Muhammadan, Pasagadang, Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025) sore, untuk mengikuti puncak perayaan Tradisi Serak Gulo.


Advertisement

Acara berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menandai 1 Jumadil Akhir 1447 Hijriah.

Serak Gulo, yang berarti “tebar gula”, merupakan ritual tahunan sarat makna, melibatkan penyebaran bungkusan gula dari atas masjid sebagai simbol syukur, keberkahan, dan persaudaraan antar-warga.

Tradisi ini diyakini berakar dari India Selatan dan menjadi penghormatan kepada ulama Sahul Hamid, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Padang.

Advertisement

Sejak 2023, Serak Gulo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Prosesi inti dimulai dengan menaikkan karung-karung berisi empat ton gula pasir ke atap masjid.

Setelah doa bersama tokoh agama, gula dibagikan kepada warga yang antusias, meski diguyur hujan lebat.

Advertisement

Panitia bekerja ekstra untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.

Acara didukung Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan sebagian dana dari Pokir DPRD Sumbar.

Sejumlah tokoh hadir, antara lain Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Anggota DPD RI Abu Bakar Jamalia, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kota.

Ketua Panitia, Faisal Gaus, mengingatkan warga agar menjaga ketertiban. Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan tradisi Serak Gulo akan terus dipertahankan dan kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lila Yanwar menyebut acara ini sebagai modal sosial penting yang memperkuat silaturahmi masyarakat.

Tradisi Serak Gulo tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga daya tarik budaya dan identitas Kota Padang yang sarat nilai sosial dan historis. (CR3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tradisi Baadok-Adok Harus Lestari

Tradisi Baadok-Adok Harus Lestari

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelesta­rian adat dan budaya Mina­ngkabau melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer