Masalah ini terjadi ketika pengguna membuka banyak jendela Task Manager secara bersamaan, menyebabkan peningkatan penggunaan CPU yang signifikan dan berpotensi memperlambat sistem.
Setiap jendela Task Manager umumnya hanya menggunakan sekitar 20 MB RAM dan 0–2 persen CPU.
Namun, ketika lebih dari 20 jendela dibuka sekaligus, beban prosesor meningkat tajam dan berdampak pada performa keseluruhan perangkat. Kondisi ini juga dapat mempersingkat daya tahan baterai laptop.
Menurut Andrew Cunningham dari Ars Technica, meski Task Manager dikenal ringan, membuka banyak instansi bersamaan dapat menimbulkan beban nyata pada CPU.
Bug ini diketahui muncul setelah pengguna memasang update opsional Oktober 2025 untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2 (KB5067036).
Pembaruan ini bersifat preview, artinya tidak diinstal otomatis kecuali pengguna mengaktifkan opsi “Get the latest updates as soon as they’re available” di menu Windows Update.
Hingga kini, Microsoft belum mencantumkan masalah ini dalam daftar resmi bug Windows 11, meski laporan serupa telah banyak dikonfirmasi oleh pengguna dan media teknologi.
Cara Mengatasi Sementara:
- Melalui Command Prompt
Jalankan perintah berikut untuk menutup semua Task Manager sekaligus:taskkill /im taskmgr.exe /f - Menutup Manual
Pilih masing-masing jendela Task Manager, lalu klik “End Task”.
Langkah-langkah ini dapat membantu menurunkan penggunaan CPU dan memulihkan performa sistem.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bahkan aplikasi ringan sekalipun dapat menyebabkan gangguan kinerja bila digunakan secara ekstrem.
Pengguna disarankan menutup jendela Task Manager yang tidak diperlukan dan melakukan restart komputer secara berkala, terutama sebelum menjalankan aplikasi berat.(cc6)
Editor : Hendra Efison