Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cabai Merah Tembus Rp 120 Ribu Sekilo, Emas Melonjak

N
Penulis: Novitri Selvia❯

NAIK: Aktivitas jual beli emas di toko emas murni Pasar Pariaman, kemarin.(ZIKRINIATI/PADANG EKSPRES)
NAIK: Aktivitas jual beli emas di toko emas murni Pasar Pariaman, kemarin.(ZIKRINIATI/PADANG EKSPRES)
Harga cabai merah di pasar tradisional di Kabupaten Sijunjung kian tak terbendung. Komoditi hortikultura itu sudah menyentuh Rp 120 ribu per kilogram saat ini. Kondisi ini diperparah dengan terus melonjaknya harga kebutuhan pokok lainnya.


Advertisement

Tak ayal, harga bahan pokok yang mahal tersebut kian membuat para ibu rumah tangga di Sijunjung menjerit. Sebab naiknya harga justru berbanding terbalik dengan perekonomian mereka yang merosot terdampak bencana.

Rini Amelia, 42, seorang ibu rumah tangga di Perumahan Karya Darma II Muaro Sijunjung menuturkan, dirinya ikut kelimpungan menghadapi peningkatan harga sembako ini. Pendapatan keluarganya tidak berbanding lurus dengan biaya hidup yang harus dikeluarkan. Namun kebutuhan akan bahan pokok tetap harus dipenuhi, tidak ada pilihan. 

Ditambah saat ini sedang menghadapi bulan suci Ramadhan 1445 H, kebutuhan harian otomatis meningkat. Sedangkan peluang tambahan pemasukan keluarga masih saja minim.

Advertisement

“Sekarang hidup terasa berat, harga kebutuhan pokok terus melambung, sedangkan pemasukan keluarga justru tidak bertambah,” ujar Rini menyesalkan, Rabu (13/3).

Dijelaskannya, seperti beras sekarang di pasaran Rp 19 ribu sekilo, minyak goreng Rp 18 ribu per kilogram, gula pasir Rp 18 ribu per kilo, daging sapi Rp 120 ribu per kilogram, serta telur ayam ras Rp 60 ribu per papan (isi 30 butir). 

“Lebih parah lagi adalah cabai merah, saat ini harga jualnya di pasar tradisional menembus Rp 120 ribu per kilogram, tomat Rp 18 ribu per Kilo, bawang merah Rp 40 ribu per kilo, kentang Rp 15 ribu, serta berbagai jenis sayuran lainnya ikut merangkak naik. Semua barang pada naik, kami betul-betul kian susah jadinya,” cetusnya.

Advertisement

Seorang pedagang bahan harian di Pasar Sijunjung, Ratna, 40, menuturkan, kenaikan harga cabai merah sudah berlangsung lebih dari dua bulan terakhir.

Puncaknya terjadi Selasa (12/3) lalu, yakni dari Rp 100 ribu naik ke Rp 120 ribu per kilogram. Bahkan menurutnya, kondisi ini dikhawatirkan belum final, justru diprediksi akan terus merangkak naik. 

Sebab stok pada pedagang terbatas, sementara permintaan pasar terbilang tinggi. Konon stok disebabkan oleh anjloknya hasil panen dari daerah penghasil, bahkan petani banyak mengalami gagal panen total.

Sebagaimana diketahui kata dia, Sumbar senantiasa didera cuaca ekstrem (curah hujan tinggi) sejak beberapa bulan terakhir, hingga berimbas anjloknya hasil pertanian hampir di seluruh daerah.

“Sekarang harga eceran cabai merah berkisar Rp 110 ribu - Rp 120 ribu sekilo. Ke depannya kemungkinan akan terus naik, karena kondisi cuaca masih belum menentu,” ujar Ratna.

Ia menduga naiknya harga sayur mayur seperti bawang merah, bawang putih dan tomat, imbas dari naiknya harga cabai dan beras. Menyiasati naiknya harga kebutuhan pokok ini sebut Ratna, masyarakat terpaksa membatasi atau mengurangi belanjaan mereka.

Sementara itu, Marni, 50, seorang pedagang beras juga mengatakan harga beras terus mengalami kenaikan. Harga beras premium naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilogram.

“Saya tak tau pasti kenapa harga beras naik, entah karena bantuan pemerintah tidak ada lagi atau lantaran petani merugi karena gagal panen,” ujarnya.

Sebagai alternatif, warga sekarang terpaksa beralih membeli beras kualitas bawah yang harganya relatif murah di kisaran Rp 11 ribu per kilogram. “Walaupun rasanya kurang enak, namun beras standar oleh masyarakat terpaksa jadi pilihan demi mengirit biaya,” pungkasnya. 

Harga Emas Melonjak

Seperti harga sembako yang melambung di mana-mana, harga emas 24 karat juga ikut melonjak saat ini. Harganya mengalami kenaikan hingga Rp 150 ribu per emas atau setara 2,5 gram. Kenaikan harga cukup fantastis ini sudah berlangsung sejak seminggu terakhir.

Emilia, pemilik toko emas murni Pasar Pariaman menyebutkan kenaikan harga emas 24 karat sudah berlangsung sejak seminggu terakhir. Jika sebelumnya harga satu emas setara 2,5 gram berkisar Rp 2.450.000 saat ini naik menjadi Rp 2,6 juta.

“Selama tiga bulan terakhir memang sudah naik secara bertahap. Namun baru ini kenaikan harga yang cukup fantastis. Ditanya kenapa naik, saya rasa ada hubungannya dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak baik-baik saja,” ujarnya kepada Padang Ekspres di Pasar Pariaman, kemarin.

Untuk emas batangan 24 karat saat ini harganya mencapai Rp 1.060.000 per gram. Kenaikan harga ini dibarengi dengan banyaknya konsumen yang menjual kembali emas perhiasan mereka.

Sedangkan warga yang membeli emas perhiasan jumlahnya sangat sedikit. Jika dipersentase antara yang menjual dan membeli emas yakni 70 berbanding 30 persen. Sebagian besar yang menjual adalah untuk kebutuhan modal jualan dan stok barang jualan untuk lebaran. Sebagian lagi menjual karena untuk upah tukang renovasi rumah menyambut Lebaran.

Sementara untuk konsumen yang membeli emas biasanya dalam bentuk perhiasan cincin dan gelang. Prinsip menabung sambil berhias mereka gunakan agar uang lebih aman investasinya.

“Saya simpan dalam bentuk emas, karena jika saat terdesak lebih gampang menjualnya. Selain itu juga mencegah boros membeli barang yang kadang hanya untuk gaya hidup,” ujar Nasria, warga Jalan Imam Bonjol Pariaman yang dijumpai ketika sedang membeli emas. (atn/nia)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga emas stabil di US$4.468,27 per ounce. Investor menunggu data payrolls AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Harga emas rebound 1% setelah tiga sesi turun. Dolar melemah usai yen menguat, sementara pasar menanti sinyal suku bunga The Fed.

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga emas turun 1,5% ke US$4.351 akibat aksi jual Treasury AS dan kenaikan minyak. Pasar menanti risalah The Fed Juli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer