Ibadah tersebut berlangsung di halaman Madrasah Awaliyah Muhammadiyah Saniangbaka sejak pagi hari dengan suasana penuh khidmat.
Para jemaah mulai memadati lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Gemuruh takbir yang menggema menambah suasana meriah menjelang pelaksanaan shalat Id yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Ratusan umat mengikuti pelaksanaan ibadah tersebut. Mayoritas jemaah berasal dari wilayah sekitar Saniangbaka dan kawasan Kecamatan X Koto Singkarak.
Mengikuti Keputusan PP Muhammadiyah
Pelaksanaan Shalat Idulfitri lebih awal ini mengikuti fatwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut didasarkan pada perhitungan hisab yang menunjukkan ijtimak hilal Syawal terjadi pada Kamis (19/3/2026) pukul 01.23.28 UTC.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah.
Selain itu, organisasi tersebut menerapkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadi acuan Majelis Tarjih dan Tajdid dalam menentukan awal bulan dalam kalender Islam.
Pemerintah Tetapkan Idulfitri 21 Maret 2026
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar di Jakarta pada Kamis (19/3/2026).
Sidang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri perwakilan Komisi VIII DPR, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah organisasi Islam lainnya.
Meski terdapat perbedaan penetapan tanggal Idulfitri, pelaksanaan Shalat Id di Saniangbaka berlangsung aman dan tertib. Ibadah berjalan dengan suasana penuh kekhusyukan hingga selesai.(*)
Editor : Hendra Efison