”Buku bacaan kini hanya terpajang di rak-rak, sebab selama pandemi tidak satu pun masyarakat yang datang berkunjung untuk membaca atau meminjam buku di pustaka kabupaten,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan, Yalasri, Senin (23/8).
“Pustaka yang kami kelola ini bisa didapatkan nol persen pengunjung,” tuturnya.
Kondisi terkini masih tersedia 8.000 judul dari 11 ribu lebih koleksi buku bacaan di perpustakaan kabupaten, namun masih tersusun rapi seperti sedia kala. Biasanya sebelum pandemi, pengunjung yang datang membaca, meminjam buku atau belajar komputer, setidaknya ada kisaran 15-25 orang per hari.
“Sekarang hanya ada petugas penjaga pustaka, duduk dan membersihkan debu yang menempel di buku dan di sekitar ruangan pustaka,” ucapnya.
Meskipun sepi, namun petugas perpustakaan harus tetap ada di ruangan perpustakaan itu. Sebab sewaktu-waktu pasti akan ada kunjungan, atau seseorang terdesak untuk mencari referensi. Oleh karena itu, pelayanan harus menjadi perhatian dinas, ada atau tidaknya pengunjung.
Yang jelas tugas dan kewajiban petugas tetap standby sesuai jadwal jam kerja. Petugas harus mengutamaakan kinerja dan laksanakan tugas dengan sebaik mungkin. “Apakah bersih-bersih, benahi letak buku dan lainnya. Yang jelas ada pekerjaan,” terangnya.
Sebelum pandemi, pustaka tetap buka hari Sabtu. Meskipun hari Sabtu adalah hari libur bagi pegawai. “Ini tugas dan di pustaka di hari libur sebelum pandemi banyak berkunjung membaca dan meminjam buku referensi,” jelasnya. (tno) Editor : Novitri Selvia