Penghargaan kategori Surga Tersembunyi itu diserahkan oleh Chairman of API, Hiro Kristianto kepada Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi pada malam puncak Anugerah API.
“Alhamdulillah, Goa Batu Kapal meraih juara II Anugerah API award 2021. Kita bersyukur, di setiap anugerah API pariwsiata daerah kita tetap masuk yang terbaik,” ujar Wabup Yulian Efi, Kamis (2/12).
Destinasi wisata alam Goa Batu Kapal ini populer, terkenal dengan pesona keindahan natural stalagtit dan stalagmit ukiran mahakarya alam di sepanjang lorong goa.
Goa itu terletak di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit (plasma) masyarakat di Jorong Ngalau Indah, Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.
Memiliki kedalaman 26 meter, menjulang dengan ketinggian 86 meter. Kondisi bentuknya persis sama menyerupai sebuah kapal yang terdampar di daratan, sehingga di namai Goa Batu Kapal oleh pemerintah kecamatan setempat.
“Tahun ini kita terima anugerah API dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,” sebutnya.
Goa Batu Kapal tersebut berjarak 45 kilometer dari Padang Aro, Pusat Kabupaten Solok Selatan. Sekitar 194 kilometer dari Kota Padang, butuh waktu sekitar 5,5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. Populer di tahun 2017 lalu.
Keindahan alam disana akan memadukan sensasi goa yang eksotis dengan lukisan mahakarya alam. Beragam warna dan coraknya. Sebagai bentuk keindahan yang tersembunyi, masih natural, unik dan mempesona. Tidak dimiliki oleh daerah lainnya di Sumbar.
“Sebelumnya, kita juara I Anugerah API kawasan Seribu Rumah Gadang terpilih sebagai Kampung Adat Terpopuler di Indonesia dan rumah adat terpanjang di dunia juara I kategori situs sejarah,” ungkapnya.
Camat Sangir Balai Janggo, Muslim yang juga pemerhati Goa Batu Kapal berharap, Anugerah API dapat mendorong peran daerah memajukan promosi pariwisata di Indonesia dan dunia.
Dengan predikat API agar mampu menjadi ajang promosi daya tarik wisata daerah, yang nantinya berdampak perekonimian masyarakat. “Mudah-mudahan ke depan, GBK menjadi tujuan wisata nasional dan dunia,” harapnya. (tno) Editor : Novitri Selvia