Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perahu Menghantam Tebing dan Karam di Solok Selatan, Satu Orang dalam Pencarian

Randi Zulfahli • Minggu, 15 Maret 2026 | 10:51 WIB

Tim SAR gabungan bersiap lakukan pencarian korban perahu karam di Sangir Batang Hari, Solok Selatan, Minggu (15/3/2026).
Tim SAR gabungan bersiap lakukan pencarian korban perahu karam di Sangir Batang Hari, Solok Selatan, Minggu (15/3/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM–Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang warga yang hilang setelah kejadian kecelakaan kapal di aliran Sungai Batang Hari, tepatnya di kawasan Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026.

"Kami menerima informasi dari BPBD Solok Selatan pada Sabtu malam sekitar pukul 22.48 WIB terkait adanya perahu yang menghantam batu karang dan karam," ujar Hendri dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat tiga orang pekerja berangkat dari kediaman mereka pada Sabtu pagi pukul 10.00 WIB menuju lokasi kerja. Mereka menempuh jalur sungai menggunakan perahu.

Namun, saat melintasi aliran sungai sekitar pukul 14.00 WIB, perahu yang mereka tumpangi kehilangan kendali hingga menghantam tebing dan karang di sungai tersebut.

Benturan keras itu mengakibatkan perahu karam seketika. Dua orang penumpang, yakni Tono dan Surapto, dinyatakan selamat dari musibah tersebut. Namun, satu korban lainnya atas nama Wis Efendi (55), dilaporkan tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai yang deras.

Operasi Pencarian Hari Kedua

Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu, 15 Maret 2026, Tim SAR telah membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Fokus pencarian dilakukan di area seluas 6 kilometer persegi ke arah hulu dan hilir sungai.

SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar Bendungan Batu Bakawik pada bagian hilir sungai dengan cakupan area satu kilometer persegi. SRU kedua menyisir sisi kiri sungai menggunakan Landing Craft Rubber (LCR), sedangkan SRU ketiga menggunakan perahu masyarakat untuk menelusuri sisi kanan sungai.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Solok Selatan, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan, hingga perangkat kecamatan dan nagari.

Meski cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin 5 knot, petugas di lapangan menghadapi kendala teknis berupa meningkatnya debit air sungai yang menyulitkan proses pemantauan di bawah permukaan.

Sejumlah alat penyelamatan seperti truk personel, LCR, peralatan rafting, hingga alat medis dan komunikasi telah dikerahkan ke lokasi yang berjarak sekitar 149 kilometer dari pusat Unit Siaga SAR terdekat tersebut. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Wis Efendi masih dalam proses pencarian. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#pencarian #karam #solok selatan #perahu