
PADEK.JAWAPOS.COM— Harga karet mentah di tingkat pengepul di Kabupaten Solok Selatan naik menjadi Rp20.000 per kilogram pada pekan ini, dari sebelumnya Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah berkurangnya pasokan seiring peralihan sebagian petani dari tanaman karet ke kelapa sawit.
Pengepul karet mentah di Jorong Buluh Kasok, Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Aswardi, 57, menyampaikan kondisi tersebut pada Jumat (23/10/2026).
Menurut Aswardi, pasokan karet yang diterimanya terus berkurang karena sebagian masyarakat mulai mengganti tanaman karet dengan kelapa sawit. Bahkan, sejumlah petani sengaja menebang pohon karet untuk membuka perkebunan sawit.
“Sekarang masyarakat banyak yang beralih ke sawit. Ada juga yang sengaja menebang karet untuk ditanami sawit,” kata Aswardi.
Pasokan Karet Berkurang, Petani Beralih ke Sawit
Aswardi memperkirakan hanya sekitar 35 persen masyarakat yang masih menanam karet. Peralihan komoditas tersebut berdampak pada jumlah karet mentah yang masuk ke tempat pengepul.
Di sisi lain, karet masih dibutuhkan sebagai bahan baku berbagai produk, termasuk ban mobil dan sepeda motor.
Namun, besarnya pengaruh penurunan pasokan terhadap kenaikan harga di tingkat pengepul belum dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.
Aswardi menyebut harga karet yang sebelumnya berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram kini mencapai Rp20.000 per kilogram.
“Kalau minggu ini harganya sudah Rp20.000 per kilogram, sedangkan sebelumnya sekitar Rp18.000 sampai Rp19.000,” ujarnya.
Karet Solok Selatan Dikirim ke Padang dan Jambi
Karet mentah yang dikumpulkan dari petani selanjutnya dikirim ke sejumlah pabrik pengolahan, di antaranya di Padang dan Jambi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



