Jalan Pasarbaru, Pesisir Selatan-Alahanpanjang, Kabupaten Solok, pembangunannya akan segera terealisasi. Untuk diketahui, jalan Alahanpanjang tembus Bayang Pessel itu memili jarak 44 kilometer.
Sementara jalan yang sudah selesai 34 kilometer atau masih kurang 10 kilometer lagi. Dengan adanya jalan tersebut dapat memangkas jarak jika melewati jalan saat ini (via Sitinjau Lauik).
“Jalan baru akan dibangun itu, sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya warga Solok bagian selatan semisal Alahanpanjang, Sungainanam, dan lainnya,” ujar Bupati Solok Epyardi Asda saat dihubungi Padang Ekspres, Kamis (9/12).
Ia mengaku cukup senang dengan penandatanganan kerja sama tersebut, sebab hal itu juga sejalan dengan visi misi menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat.
Apalagi, kawasan tersebut dikenal sebagai penghasil sayur, sehingga dengan keberadaan jalan baru itu, bisa memangkas jarak maupun biaya yang ditempuh untuk melakukan pemasaran ke bagian pesisir Sumbar, seperti Pessel dan Kota Padang.
Begitu juga sebaliknya Pesisir Selatan, dengan hasil lautnya, masyarakat Pesisir Selatan juga dengan mudah untuk menjual hasil lautnya ke Kabupaten Solok. “Selain itu, tentunya jalan ini akan sangat menunjang sekali, karena menghubungkan dua daerah tingkat II dengan potensi alam, budaya dan kekayaan yang berbeda,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan keberadaan jalan baru itu, nantinya akan lebih banyak yang bisa dikembangkan, khususnya dalam penunjang perekonomian masyarakat. Salah satunya peningkatan pariwisata.
Sebab, dengan adanya akses itu, kawasan wisata populer seperti danau kembar dan kebun teh dan Gunung Talang, bisa dengan mudah diakses, karena terdapat 1 pintu masuk tambahan melalu jalan baru itu.
Kemudian, juga akses antar daerah juga sedikit terbantu, seperti akses dari Solok Selatan ke Kota Padang Maupun Pessel sedikit berkurang. Lalu, pembangunan jalan baru itu, juga memecah konsentrasi jalan Padang-Alahanpanjang via Lubukselasih, yang sebelumnya dikenal cukup ramai, dan rawan kecelakaan.
Tak hanya itu, Epyardi menuturkan, dengan akan dibukanya jalan baru itu, maka Kabupaten Solok memiliki akses langsung ke kabupaten/Kota tetangga, seperti Utara dengan Tanahdatar, Selatan dengan Solsel, Timur dengan Sawahlunto dan Sijunjung, serta Barat dengan Kota Padang dan Pesisir Selatan.
“Artinya, akses ke Kabupaten Solok bisa dari ke segela penjuru, kita juga mudah mengakses daerah lain, dan ini akan sangat membantu pengembangan perekonomian kita, jika sudah terealisasi, (jalan baru) akan kita maksimalkan untuk pengembangan perekonomian,” pungkasnya.
Disambut Baik Masyarakat Pessel
Sementara itu, masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menyambut gembira atas persetujuan perjanjian pinjam pakai lahan hutan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Dengan begitu pembangunan jalan tembus Bayang Pessel-Alahan Panjang Kabupaten Solok bisa cepat dituntaskan. Doni Prima 47, warga Bayang mengatakan, persetujuan pemerintah melalui Kementerian LHK itu memang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari sejak lama di daerah itu.
“Sebab dengan tuntasnya pembangunan jalan tembus itu nanti, akan memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat di dua daerah,” katanya. Disampaikan juga, terkait pembebasan lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan, telah tuntas penyelesaiannya sejak lama.
Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pessel, Syariwan mengatakan, kelanjutan pembangunan jalan penghubung dua kabupaten tersebut sebelumnya memang terkendala, karena melewati hutan suaka marga satwa sekitar 7 kilometer.
“Untuk bisa kembali dilanjutkan, sehingga Pemerintah Provinsi Sumbar saat ini melalui pihak terkait, mengunjungi pusat. Dan upaya itu telah terkabul, karena Kementrian LHK telah menyetujui perjanjian pinjam pakai lahan hutan yang diperuntukan untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut sepanjang tujuh kilometer,” katanya.
Ia menjelaskan, program pembangunan akses jalan penghubung dua kabupaten itu akan segera berlanjut, dan direncanakan tuntas pada 2023 nanti. “Sisa panjang jalan yang harus dibangun itu ada sekitar 8 kilometer lagi. Belum digarap karena status hutan suaka margasatwa itu tadi,” ucapnya.
Dia menambahkan, pembangunan ruas jalan tersebut sangat berarti bagi masyarakat dua daerah yakni Pessel dan Kabupaten Solok. Selain memangkas jarak tempuh hingga 80 kilometer, keberadaan jalan itu juga diyakini mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat antar daerah.
Pesisir Selatan yang kaya akan hasil lautnya yaitu ikan segar, bisa dijual ke Kabupaten Solok, dengan jarak tempuh yang lebih dekat. Demikian pula dengan hasil sayur-sayuran dari Solok juga bisa dijual dan dipasarkan ke Pesisir Selatan, bahkan hingga ke Provinsi Bengkulu.
Ditambahkan lagi, total panjang jalan yang menghubungkan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kabupaten Solok tersebut adalah sekitar 44 kilometer.
“Pembangunannya dimulai sejak tahun 2008 lalu. Karena keterbatasan ketersediaan anggaran dan juga status hutan tadi, sehingga pembangunannya belum terselesaikan hingga saat ini. Terkait informasi lebih lanjut, silahkan konfirmasi ke Dinas PU Provinsi bagian Bina Marga,” tutupnya. (frk/yon)
Editor : Novitri Selvia