Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bandara Internasional Minangkabau Ditutup Akibat Abu Vulkanik Marapi

Heri Sugiarto • Kamis, 29 Februari 2024 | 18:52 WIB
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditutup sementara, Kamis (29/2/2024), mulai pukul 18.00 WIB, akibat sebaran abu vulkanik Gunung Marapi. (Foto: IG AP II BIM)
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditutup sementara, Kamis (29/2/2024), mulai pukul 18.00 WIB, akibat sebaran abu vulkanik Gunung Marapi. (Foto: IG AP II BIM)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumbar ditutup sementara, Kamis (29/2/2024), mulai pukul 18.00 WIB, akibat sebaran abu vulkanik Gunung Marapi. Penutupan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI Capt. Megi H. Helmiadi mengatakan bahwa sebaran abu vulkanik telah mencapai BIM di Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, dan dikhawatirkan dapat membahayakan penerbangan.

"Berdasarkan hasil monitoring dan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebaran abu vulkanik dari Gunung Marapi telah mencapai BIM. Oleh karena itu, untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, kami memutuskan untuk menutup BIM sementara," kata Megi.

Penutupan BIM akan berlangsung selama 6 jam sejak NOTAM (Notice to Airmen) diterbitkan. Otoritas Bandara Wilayah VI akan terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap situasi dan kondisi di BIM.

"Kami akan terus memantau situasi dan kondisi di BIM dan akan menginformasikan lebih lanjut terkait pembukaan kembali bandara," ujar Capt. Megi.

Penutupan BIM ini berakibat pada terganggunya penerbangan di Sumatera Barat. Sejumlah maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan mereka ke dan dari BIM.

Bagi para penumpang yang terdampak penutupan BIM, diimbau segera menghubungi maskapai penerbangan terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kepala BMKG Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengatakan bahwa BIM ditutup berdasarkan hasil paper test yang menunjukkan positif abu vulkanik.

"Iya memang betul BIM close terkait dengan sebaran vulkanik tadi jam 4-5 sore, hasil paper test mmg dinyatakan positif," kata Desindra ketika dikonfirmasi.

Masih Berstatus Siaga

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Agam itu saat ini masih berstatus Level III (Siaga).

Pada hari ini, hasil pemantauan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, menunjukkan asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah.

Kemudian, terjadi 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1.9-8.6 mm dan durasi 26-96 detik. Dalam laporan petugas PVMBG Indra Saputra juga disampaikan terjadi 1 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 3.5 mm dan durasi 14 detik.Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm).

Untuk itu, PVMBG merekomendasikan nasyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan tidak boleh memasuki dan melakukan kegiatan dalam radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, pelindung mata dan kulit, mengamankan air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik.

Masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan hoax, dan mengikuti arahan dari pemerintah faerah. Pemerintah daerah dan instansi terkait agar terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk mendapatkan informasi terbaru tentang aktivitas Gunung Marapi.(esg)

Editor : Heri Sugiarto
#Otoritas Bandara BIM #Penerbangan BIM #Abu Vulkanik Gunung Marapi #bim tutup #Desindra Deddy Kurniawan #Bandara Internasional Minangkabau (BIM) #Megi H Helmiadi