Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Perairan Sumbar Selama Februari 2026

Randi Zulfahli • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:56 WIB

Ilustrasi cuaca ekstrem.
Ilustrasi cuaca ekstrem.
PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur mengeluarkan laporan resmi terkait prospek cuaca maritim di wilayah perairan Sumatera Barat untuk periode Februari 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa kelautan, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada beberapa titik rawan.

Berdasarkan data prakiraan, kondisi cuaca secara umum akan didominasi oleh langit cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap mengintai dengan potensi mencapai 40 persen.

Secara lebih rinci, kemungkinan kejadian hujan ringan-sedang tercatat sebesar 85 persen, sementara hujan lebat hingga sangat lebat memiliki peluang 15 persen.

"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan lebat yang diprediksi melanda wilayah Perairan Pagai dan Perairan Barat Sumatera Barat," ujar Sahat, Jumat (30/1/2026).

Hujan diperkirakan cenderung terjadi pada waktu sore hingga dini hari, terutama pada pertengahan Dasarian I, pertengahan Dasarian II, dan akhir Dasarian III.

Pergerakan angin di wilayah perairan diprakirakan bertiup dari arah Barat menuju Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 2 hingga 20 knots.

Sementara itu, di wilayah pesisir pantai, angin bertiup dari arah Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan yang lebih rendah, yakni 2 hingga 10 knots.

Kondisi gelombang laut pada Februari 2026 diprediksi bervariasi dari kategori rendah hingga tinggi. Perairan Barat Sumatera Barat dan Perairan Timur Kepulauan Mentawai relatif tenang dengan tinggi gelombang 0.25 hingga 1.00 meter. 

Namun, kewaspadaan tinggi diperlukan di wilayah Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan Perairan Barat Kepulauan Mentawai, di mana ketinggian gelombang dapat mencapai 1.25 hingga 3.50 meter.

Selain faktor cuaca, fenomena astronomi juga memengaruhi kondisi pesisir. Pasang Purnama (Spring Tide) diprediksi terjadi pada tanggal 2 dan 17 Februari 2026 dengan ketinggian pasang maksimum 1.4 meter.

Sebaliknya, Pasang Perbani (Neap Tide) diperkirakan berlangsung pada 9 dan 24 Februari 2026 dengan ketinggian air pasang sekitar 1.1 meter dan surut di angka 0.4 meter.

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang dapat mencapai 15-25 knots di Perairan Barat Kepulauan Mentawai dan Samudera Hindia Barat Mentawai. Ancaman gelombang tinggi hingga 3.00 meter juga patut diantisipasi di Perairan Utara Siberut.

Pihak BMKG Teluk Bayur menekankan agar para nelayan berperahu kecil, pemancing, serta wisatawan pantai meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

"Risiko terdampak cuaca ekstrem sangat tinggi bagi kelompok tersebut, terutama pada jadwal-jadwal yang telah dipetakan dalam prediksi dasarian," tutup Sahat. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#bmkg #Februari 2026 #cuaca ekstrem #Perairan Sumbar