Lisda menyampaikan harapan tersebut menyusul progres relokasi warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang hingga kini baru mencapai sekitar 25 persen.
Ia mengatakan, percepatan relokasi penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan kondisi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Kita kejar agar sebelum Ramadhan seluruh warga terdampak sudah masuk Huntara. Ini penting agar masyarakat bisa beribadah dengan baik, tanpa dibebani kondisi tempat tinggal yang tidak layak,” ujar Lisda.
Baca Juga: Anggaran Rp150 Juta per RT, Wali Kota Padangpanjang Tekankan Ketahanan Kota
Lisda menjelaskan, penanganan pascabencana di berbagai daerah terus dipantau langsung oleh Komisi VIII DPR RI.
Selain Sumatera Barat, pemantauan juga dilakukan di sejumlah daerah lain, termasuk Medan, dengan hasil yang menunjukkan perkembangan relatif positif.
Untuk bencana yang berpotensi berulang, seperti banjir akibat sungai meluap, tanah longsor, dan kerusakan hutan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas.
“Yang bisa diprediksi ini seharusnya menjadi fokus. Jangan menunggu bencana datang baru meminta sarana dan prasarana,” kata Lisda.
Ia menambahkan, mitigasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini karena potensi bencana sudah dapat diidentifikasi.
Baca Juga: Bahaya Vape Disorot, Penyakit Popcorn Lung dan EVALI Ancam Pengguna
Lisda juga menyoroti pentingnya penguatan mitigasi bencana melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, edukasi kebencanaan berperan penting untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian material saat bencana terjadi.
Terkait bantuan pascabencana, Lisda menjelaskan bahwa penanganan kebencanaan melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian Sosial, BNPB, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait lainnya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya integrasi data dan penyaluran bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih di lapangan.
“Kita terus ingatkan agar tidak tumpang tindih. Data harus menyatu dan bantuan tepat sasaran,” tutupnya.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Lisda Hendrajoni Sabtu (7/2/2026) itu menggelar acara sosialisasi empat pilar kebangsaan menjelang Ramadhan di Premier Basko Hotel.
Ia menegaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi penting dalam menghadapi dinamika era digital.
Lisda menyoroti tantangan digital seperti hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial, serta mendorong penguatan literasi kebangsaan, khususnya bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi profesi dan sosial, termasuk Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Sumbar, IPEMI Sumbar, Media Online Indonesia Sumbar, serta aktivis perempuan dan insan pers di Sumatera Barat. (yud/cc1)
Editor : Hendra Efison