Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sumbar 10–16 Maret 2026, Sejumlah Daerah Berstatus Waspada

Randi Zulfahli • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:20 WIB

BMKG Minangkabau keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Barat 10–16 Maret 2026, sejumlah daerah berpotensi hujan lebat dan angin kencang. (freepik)
BMKG Minangkabau keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Barat 10–16 Maret 2026, sejumlah daerah berpotensi hujan lebat dan angin kencang. (freepik)
PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat untuk periode 10 hingga 16 Maret 2026.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan terbaru yang menunjukkan aktivitas atmosfer fluktuatif memicu peningkatan curah hujan di sejumlah daerah.

Data BMKG mencatat bahwa pada periode 6 hingga 9 Maret 2026, hujan dengan intensitas sangat lebat telah mengguyur wilayah Kabupaten Solok dengan curah hujan mencapai 106,0 milimeter per hari.

Wilayah lain seperti Solok Selatan dan Pesisir Selatan juga mengalami hujan lebat yang memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong massa udara basah dari Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia bagian barat.

Kondisi tersebut diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation serta gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di wilayah Sumatera.

“Kondisi ini menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera yang didukung oleh labilitas atmosfer lokal yang kuat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).

Dalam prospek cuaca sepekan ke depan, kondisi wilayah Sumatera Barat secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan, namun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap dapat terjadi di sejumlah daerah.

Pada periode 10 hingga 12 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, serta Pesisir Selatan.

BMKG menetapkan status “Waspada” bagi wilayah Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, dan Pesisir Selatan yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang.

Memasuki periode 13 hingga 16 Maret 2026, cakupan wilayah yang berpotensi terdampak diperkirakan meluas hingga ke Padang, Bukittinggi, serta Dharmasraya.

BMKG mengingatkan bahwa risiko hujan lebat disertai kilat dan petir masih berpotensi terjadi terutama di wilayah pesisir dan kawasan tengah Sumatera Barat selama periode tersebut.

Baca Juga: ITP Hadirkan Teknologi Air Bersih dan Aquaponik Untuk Warga Gurun Laweh Pascabanjir

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

BMKG menyarankan masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau layanan Digital Weather for Traffic guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi risiko perjalanan.

“Langkah antisipatif di lingkungan sekitar sangat penting untuk meminimalkan dampak risiko bencana,” demikian pernyataan resmi BMKG. (*)

Editor : Hendra Efison
#Cuaca Ekstrem Sumbar #Prakiraan Cuaca Sumbar #BMKG Sumatera Barat #Peringatan Dini BMKG