Lonjakan pengunjung didominasi perantau yang berburu oleh-oleh sebelum kembali ke kota tujuan.
Sejak pagi hingga siang, suasana di toko tersebut dipadati pembeli. Pengunjung silih berganti memenuhi area etalase hingga kasir, bahkan sebagian harus antre akibat tingginya transaksi.
Perantau Dominasi Pembeli
Kepadatan pengunjung didominasi para perantau yang memanfaatkan momen arus balik untuk membeli buah tangan khas Minangkabau. Sanjai menjadi pilihan utama karena telah lama dikenal sebagai oleh-oleh khas Payakumbuh.
Berbagai jenis sanjai tersedia di rak toko, mulai dari sanjai balado, original, hingga varian rasa modern yang diminati kalangan muda. Banyak pembeli terlihat membeli dalam jumlah besar, mencapai beberapa kilogram.
Salah seorang pengunjung, Khaliq (48), mengaku sengaja mampir sebelum kembali ke Bandung. Ia menyebut membeli sanjai sebagai tradisi setiap pulang kampung.
“Kalau pulang ke kampung, rasanya tidak lengkap kalau tidak bawa oleh-oleh. Sanjai ini sudah jadi favorit keluarga di Bandung,” ujarnya.
Khaliq menambahkan, meski harus antre, kondisi tersebut sudah biasa terjadi setiap arus balik Lebaran.
“Memang ramai, tapi ini sudah biasa tiap habis Lebaran. Justru terasa suasana kampungnya,” katanya.
Oleh-oleh Jadi Simbol Kebersamaan
Hal serupa disampaikan Iyan (45), pengunjung asal Padangpanjang yang hendak kembali ke Pekanbaru. Ia membeli beberapa kantong besar sanjai untuk dibagikan kepada rekan kerja.
“Biasanya mereka memang sudah menunggu oleh-oleh dari kampung. Sanjai ini salah satu yang paling diminati,” ujarnya.
Menurutnya, selain rasanya khas, harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama memilih sanjai sebagai buah tangan.
Menjelang siang, aktivitas di dalam toko semakin padat. Karyawan terlihat sibuk melayani pembeli, mulai dari menimbang hingga mengemas produk dalam jumlah besar. Stok barang juga terus diambil dari gudang untuk memenuhi permintaan.
Lonjakan pengunjung ini merupakan fenomena rutin saat arus balik Lebaran. Kota Payakumbuh yang dikenal sebagai sentra produksi sanjai menjadi tujuan utama pemudik.
Lokasinya yang strategis di jalur lintas Sumatera turut mendukung tingginya kunjungan. Pemudik dari Riau, Jambi hingga Pulau Jawa kerap singgah untuk membeli oleh-oleh.
Peningkatan jumlah pembeli selama arus balik disebut mampu mendongkrak penjualan secara signifikan dibanding hari biasa.
Pengunjung tetap diimbau berhati-hati dan menjaga barang bawaan di tengah tingginya mobilitas. Sementara pengelola berupaya menjaga pelayanan agar kenyamanan tetap terjaga.
Hingga sore hari, arus pengunjung diperkirakan terus meningkat seiring berlanjutnya arus balik. Sentra oleh-oleh sanjai pun tetap menjadi tujuan favorit perantau untuk membawa cita rasa kampung halaman ke rantau.(*)
Editor : Hendra Efison