
PADEK.JAWAPOS.COM -- Apa yang dikhawatirkan masyarakat akhirnya terjadi juga. Pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Walau BBM nonsubsidi yang naik namun tetap berdampak kepada semua lapisan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April 2026.
Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.400 per liter dari Rp13.100. Dexlite (CN 51) naik menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200.
Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500. BBM Subsidi Tetap: Harga Pertalite tetap Rp10.000/liter, Biosolar Rp6.800/liter. Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan.
Awalnya pemerintah masih santai-santai saja. Diklaim cadangan BBM kita aman. Padahal negara lain sudah kasak kusuk karena kelangkaan minyak imbas perang Timur Tengah.
Banyak Negara sudah menaikkan harga BBM karena berkurangnya cadangan dan pasokan. Setidaknya 85 negara telah menaikkan harga BBM.
Negara dengan kenaikan tertinggi meliputi Kamboja (67,81%), Vietnam (49,73%), Nigeria (35,02%), Laos, Kanada, Pakistan, Maladewa, Australia, dan Singapura.
Kamboja, Vietnam, Laos, Singapura, Filipina, dan Myanmar mengalami kenaikan signifikan akibat ketergantungan impor energi.
Sedangkan Indonesia hanya 25 persen ketergantungan kepada energi asal Timur Tengah. Sehingga tidak terlalu berpengaruh kepada pasokan energi dalam negeri.
Tapi hanya jangka pendek. Karena lama-lama stok BBM dalam negeri menipis juga. Diperkirakan hanya aman sampai akhir tahun. Akhirnya diputuskan kenaikan dilakukan secara bertahap.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



