Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deteksi Dini Bullying sebelum Meledak

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

Satu kata penyebab bom rakitan meledak di MAN 3 Padang tempo hari: Bullying atau perundungan. Pelaku adalah korban bullying. Sudah sejak lama. Pertama ketika duduk di bangku SD, lanjut saat SMP dan  MAN. Pelakunya berbeda-beda. Tapi kenapa kok sudah beda sekolah masih tetap mengalami hal yang sama? Agaknya penyelidikan kasus mesti menggali sampai ke sana. Supaya bisa dipetakan kasus bullying secara menyeluruh untuk pencegahannya.

Biasanya anak yang rentan menjadi korban bullying adalah anak yang dianggap berbeda dari teman sebayanya. Anak terlihat pendiam atau kesulitan bersosialisasi, rendah diri atau memiliki kondisi fisik tertentu. Pelaku biasanya menjadikan perbedaan ini sebagai sasaran bullying. Anak yang terlihat penakut, cemas, atau kesulitan membela diri sendiri saat diganggu sering menjadi target empuk para pelaku. Untuk memantau apakah seorang anak menjadi korban, kenali tanda-tanda perubahan fisik dan emosional. Seperti sering mengeluh sakit perut atau kepala tanpa sebab, penurunan nilai, murung, dan ketakutan berlebihan saat harus berangkat ke sekolah.

Nah, orangtua anak harus lebih care pada anak. Perhatikan perilaku anak setiap hari. Terkadang anak berbohong karena tidak mau orangtua tahu masalahnya. Bisa juga takut malah dimarahi atau dicuekin.  Akhirnya anak menyimpan sendiri problemanya. Lalu, karena sudah penuh ia ledakkan dengan caranya sendiri. Ada juga korban yang tidak mau membalas karena dihantui rasa takut dan trauma. Kemudian mempengaruhi psikologisnya dan berdampak kepada semangat belajar.  Jadi orangtua maupun guru di sekolah, terutama guru Bimbingan Konseling diharap lebih jeli dan care pada prilaku anak yang terindikasi korban  bullying. Lebih baik mencegah sebelum terlambat. Jika terdeteksi sejak lebih dini, anak bisa diselamatkan.

Advertisement

Selain mendeteksi korban, anak-anak pelaku bullying juga mesti dkenali ciri-cirinya. Anak yang menjadi pembully bia­sanya adalah anak yang bertubuh besar atau anak yang populer di sekolahnya. Anak-anak dengan harga diri yang rendah rentan menjadi pem-bully agar mereka bisa terlihat hebat dan berkuasa. Selain itu, anak yang tidak diajarkan untuk berempati dengan orang lain juga berpotensi besar menjadi perundung. Mereka tidak peduli dengan perasaan orang lain saat melontarkan kata-kata kejam, atau berperilaku seenaknya kepada orang tersebut. Alih-alih memperhatikan perasaan korban, mereka mungkin malah menyakiti hati korban. Kunci untuk menghadapi anak pem-bully seperti ini adalah dengan membuat mereka membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi orang lain.

Penyebab lain, karena terbiasa dituruti semua keinginannya di rumah. Biasanya anak-anak seperti ini memiliki orangtua yang permisif, yang tidak menetapkan aturan untuk anak-anak mereka dan memberikan pengawasan yang memadai. Alasan lain, pelaku ingin terkenal dan diperhatikan. Biasanya, anak-anak seperti ini kurang mendapatkan perhatian di rumah. Korban broken home. Sehingga mencari sensasi di luar rumah. Teman sekolah dijadikan objek. Jadi, bila ada siswa pem-bully yang sering marah dan mencaci maki siswa lain, patut mendapat pengawasan dan perhatian khusus. Guru bisa bekerja sama dengan orangtua anak untuk memperhatikan tindak tanduk sang anak. Untuk kasus MAN 3 Padang, jadikan gerakan bersama dan masif untuk memerangi bullying. Tidak saja fokus pada korban tapi juga kepada pelaku dan calon pelaku. Semua digerakkan supaya tidak ada lagi korban maupun pelaku bullying. (*)

 

Advertisement

 

 

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Objektifikasi Bukan Gurauan

Objektifikasi Bukan Gurauan

MUNCUL lagi kasus kekerasan seksual verbal di kampus negeri. Para pelaku punya grup WhatsApp yang mengumbar objektifikasi kepada 22 mahasiswi

Wajib Pajak Serasa Diteror

Wajib Pajak Serasa Diteror

WARGA Indonesia tidak akan bisa tidur nyenyak apabila tak membayar pajak. Petugas pajak kini mengejar wajib pajak sampai ke pintu rumah.

Koperasi Merah Putih jadi Penyalur Bansos

Koperasi Merah Putih jadi Penyalur Bansos

WALAU diwarnai hujan kritik dan polemik, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  tetap melaju.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer