Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanahdatar Jajaki Kerja Sama Pangan dengan Solok dan Pekanbaru

Safrizal Putra
Penulis: Safrizal Putra❯
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Senin (3/8/2026).
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Senin (3/8/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menargetkan perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan delapan kabupaten/kota pada 2026 untuk memperkuat pasokan pangan dan menjaga stabilitas harga, terutama komoditas beras dan cabai.

Upaya tersebut dilakukan dengan menjajaki sejumlah daerah yang berpotensi menjadi mitra, di antaranya Kota Solok dan Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Tanahdatar, Ahmad Fadly, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Aula Eksekutif Kantor Bupati Tanahdatar, Senin (3/8/2026).

Advertisement

Ahmad Fadly meminta OPD terkait bergerak proaktif memetakan daerah yang membutuhkan komoditas pangan yang mengalami surplus di Tanahdatar. Menurutnya, langkah tersebut penting agar distribusi pangan berjalan lebih lancar sekaligus menjaga stabilitas harga.

Target 8 Daerah Mitra

Pemkab Tanahdatar sebelumnya telah membangun lima KAD sepanjang 2025 dengan sejumlah kabupaten/kota, baik di Sumatera Barat maupun luar provinsi.

Advertisement

Tahun ini, jumlah jejaring kerja sama tersebut ditargetkan meningkat menjadi delapan kabupaten/kota. Perluasan kemitraan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok komoditas strategis, khususnya beras dan cabai.

“Saya minta OPD terkait segera menjajaki kabupaten/kota yang membutuhkan komoditas pangan yang surplus di Tanahdatar untuk dijalin kerja sama,” ujar Ahmad Fadly.

Ia mengatakan kerja sama antardaerah tidak hanya berkaitan dengan distribusi komoditas. Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan salah satu indikator dalam penilaian TPID Award.

Untuk memastikan kerja sama berjalan tepat sasaran, Ahmad meminta instansi terkait melakukan pemetaan komoditas secara akurat. Daerah surplus dan defisit perlu diidentifikasi sehingga pemerintah dapat menentukan daerah pemasok maupun tujuan pemasaran.

“Silakan petakan komoditas yang surplus dan defisit. Laksanakan dengan sungguh-sungguh agar arah kerja sama semakin jelas, baik daerah tujuan pemasaran maupun daerah pemasok, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Ada Kepastian Honor, Pengurus KDMP Syariah Simpuruik Pilih Mundur

Tak Ada Kepastian Honor, Pengurus KDMP Syariah Simpuruik Pilih Mundur

KDMP Syariah Simpuruik mandek setelah pengurus mundur karena beban kerja dan honor tidak pasti, sementara penjaringan pengurus baru belum

Remaja Tigo Jangko Didorong Jadi Pengguna AI Produktif, Bukan Sekadar Konsumen

Remaja Tigo Jangko Didorong Jadi Pengguna AI Produktif, Bukan Sekadar Konsumen

Remaja Tigo Jangko dibekali karakter, kepemimpinan, etika, dan kemampuan AI agar mampu menggunakan teknologi secara produktif untuk membangu

Jembatan Bailey Titian Putiah Kembali Dibuka, Lantai Besi Tahan Beban 20 Ton

Jembatan Bailey Titian Putiah Kembali Dibuka, Lantai Besi Tahan Beban 20 Ton

Jembatan Bailey Titian Putiah di Tanahdatar kembali dibuka dengan lantai besi dan konstruksi yang mampu menahan beban hingga 20 ton.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer