
PADEK.JAWAPOS.COM — Jembatan Panti pada ruas Batusangkar–Ombilin bukan sekadar penghubung antarkawasan di Kabupaten Tanah Datar. Jalur ini juga menjadi akses penting menuju Kabupaten Solok, terutama bagi kendaraan angkutan barang dan bus. Setelah jembatan lama rusak diterjang galodo pada 2024, pengendara berharap pembangunan jembatan permanen segera tuntas agar perjalanan kembali lancar.
Selama pembangunan berlangsung di Kecamatan Rambatan, arus kendaraan masih mengandalkan jembatan darurat di sekitar lokasi. Sistem buka-tutup diberlakukan untuk mengatur kendaraan yang melintas. Pengaturan itu menjaga akses tetap terbuka, meski pada waktu tertentu kendaraan harus mengantre dari kedua arah.
Zaki, salah seorang pengguna jalan yang ditemui saat menunggu giliran melintasi jembatan darurat, mengatakan jalur tersebut merupakan lintasan utama dan paling dekat bagi kendaraan berat, seperti truk dan bus, dari Batusangkar menuju Solok maupun sebaliknya.
“Harapannya jembatan ini dapat segera rampung, karena jalur ini merupakan jalur utama yang paling dekat untuk dilalui, khususnya kendaraan berat seperti truk dan bus dari Batusangkar menuju Solok maupun sebaliknya,” ujar Zaki saat ditemui di lapangan.
Ia menjelaskan, akses di sekitar jembatan menjadi lebih sulit ketika hujan. Tanah yang melunak membuat kendaraan berat bermuatan berisiko terjerembap dan memicu antrean panjang dari kedua arah. Karena itu, penyelesaian jembatan permanen dinilai penting untuk mengembalikan kelancaran perjalanan dan distribusi barang.
Ditargetkan Rampung Desember
Jembatan pengganti tersebut dibangun setelah jembatan lama rusak akibat galodo pada Mei 2024. Berdasarkan data proyek, Jembatan Panti memiliki panjang 25 meter dengan lebar badan jalan 6 meter, dilengkapi trotoar dan dinding jembatan pada kedua sisi.
Supervisor/PR kontraktor CV Nadha Permata, Edi Andirya, menyebut progres pekerjaan mencapai 48,77 persen saat pemantauan pada 30 Oktober 2026. Fondasi abutmen 1 dan abutmen 2 telah selesai, sementara material rangka baja sudah tersedia di lokasi menunggu proses pengecoran dilanjutkan.
“Pihak kontraktor menyiagakan alat berat selama 24 jam dan memasang pembatas jalur untuk mendukung pekerjaan serta pengaturan lalu lintas. Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026,” jelas Edi.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Nadha Permata berdasarkan kontrak Nomor 62/90/KTR-PGGNT-P.070-BM/2026 tanggal 9 Juli 2026, dengan nilai kontrak Rp11.030.583.575. Pekerjaan berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





