Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dibiayai TKD Tambahan, Jembatan Panti Selesai Desember 2026

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Sejumlah kendaraan mengantre di sekitar lokasi pembangunan Jembatan Panti pada ruas Batusangkar–Ombilin, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Jembatan darurat masih menjadi akses penghubung selama jembatan permanen dibangun. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)
Sejumlah kendaraan mengantre di sekitar lokasi pembangunan Jembatan Panti pada ruas Batusangkar–Ombilin, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Jembatan darurat masih menjadi akses penghubung selama jembatan permanen dibangun. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM — Jembatan Panti pada ruas Batusangkar–Ombilin bukan sekadar penghubung antarkawasan di Kabupaten Tanah Datar. Jalur ini juga menjadi akses penting menuju Kabupaten Solok, terutama bagi kendaraan angkutan barang dan bus. Setelah jembatan lama rusak diterjang galodo pada 2024, pengendara berharap pembangunan jembatan permanen segera tuntas agar perjalanan kembali lancar.

Selama pembangunan berlangsung di Kecamatan Rambatan, arus kendaraan masih mengandalkan jembatan darurat di sekitar lokasi. Sistem buka-tutup diberlakukan untuk mengatur kendaraan yang melintas. Pengaturan itu menjaga akses tetap terbuka, meski pada waktu tertentu kendaraan harus mengantre dari kedua arah.

Zaki, salah seorang pengguna jalan yang ditemui saat menunggu giliran melintasi jembatan darurat, mengatakan jalur tersebut merupakan lintasan utama dan paling dekat bagi kendaraan berat, seperti truk dan bus, dari Batusangkar menuju Solok maupun sebaliknya.

Advertisement

“Harapannya jembatan ini dapat segera rampung, karena jalur ini merupakan jalur utama yang paling dekat untuk dilalui, khususnya kendaraan berat seperti truk dan bus dari Batusangkar menuju Solok maupun sebaliknya,” ujar Zaki saat ditemui di lapangan.

Ia menjelaskan, akses di sekitar jembatan menjadi lebih sulit ketika hujan. Tanah yang melunak membuat kendaraan berat bermuatan berisiko terjerembap dan memicu antrean panjang dari kedua arah. Karena itu, penyelesaian jembatan permanen dinilai penting untuk mengembalikan kelancaran perjalanan dan distribusi barang.

Ditargetkan Rampung Desember

Advertisement

Jembatan pengganti tersebut dibangun setelah jembatan lama rusak akibat galodo pada Mei 2024. Berdasarkan data proyek, Jembatan Panti memiliki panjang 25 meter dengan lebar badan jalan 6 meter, dilengkapi trotoar dan dinding jembatan pada kedua sisi. 

Supervisor/PR kontraktor CV Nadha Permata, Edi Andirya, menyebut progres pekerjaan mencapai 48,77 persen saat pemantauan pada 30 Oktober 2026. Fondasi abutmen 1 dan abutmen 2 telah selesai, sementara material rangka baja sudah tersedia di lokasi menunggu proses pengecoran dilanjutkan.

“Pihak kontraktor menyiagakan alat berat selama 24 jam dan memasang pembatas jalur untuk mendukung pekerjaan serta pengaturan lalu lintas. Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026,” jelas Edi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Nadha Permata berdasarkan kontrak Nomor 62/90/KTR-PGGNT-P.070-BM/2026 tanggal 9 Juli 2026, dengan nilai kontrak Rp11.030.583.575. Pekerjaan berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pascagalodo, 79 Huntap dan Sejumlah Jembatan di Tanahdatar Dikebut

Pascagalodo, 79 Huntap dan Sejumlah Jembatan di Tanahdatar Dikebut

Pemkab Tanahdatar mengebut 79 Huntap dan pembangunan jembatan pascagalodo dengan target sejumlah infrastruktur rampung 2026.

Warga Lumin Park Merasa Lebih Aman Setelah Tebing Sungai Dikuatkan

Warga Lumin Park Merasa Lebih Aman Setelah Tebing Sungai Dikuatkan

Penguatan tebing dan normalisasi Batang Air Dingin mulai memberi rasa aman bagi warga Lumin Park, Kota Padang.

Satgas PRR Hadirkan Rasa Aman, Trauma Siswa Pascabencana Berangsur Pulih

Satgas PRR Hadirkan Rasa Aman, Trauma Siswa Pascabencana Berangsur Pulih

Revitalisasi UPT SDN 04 Sumpur senilai Rp1,47 miliar memulihkan fasilitas pendidikan pascabanjir. Siswa kembali belajar dan trauma berangsur

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer