Evakuasi dilakukan setelah pemilik kendaraan melaporkan keberadaan ular yang masuk ke bagian mesin.
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.20 WIB saat pemilik mobil, Vicky (31), yang berprofesi sebagai guru, menyadari adanya ular yang merayap masuk ke kap mesin. Karena merasa resah, ia segera menghubungi petugas Damkar.
Kepala Satuan Damkar Tanahdatar melalui Kabid Damkar, Suradi, membenarkan laporan tersebut dan menyebut pihaknya langsung menurunkan personel dari Regu 3 Mako ke lokasi.
“Kami menerima laporan adanya ular yang masuk ke kap mesin mobil warga. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan,” ujar Suradi.
Proses Evakuasi Berlangsung Cepat
Menurut Suradi, proses evakuasi berlangsung cukup dramatis karena ular sempat memberikan perlawanan saat hendak dikeluarkan dari sela-sela mesin mobil.
Meski demikian, petugas yang telah terlatih berhasil mengendalikan situasi dalam waktu singkat. Ular tersebut berhasil dikeluarkan tanpa menimbulkan korban.
“Sempat ada perlawanan dari ular tersebut, namun petugas di lapangan sudah terlatih dan mampu mengatasinya. Proses penanganan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit hingga situasi dinyatakan aman,” katanya.
Ular Diamankan Petugas
Setelah berhasil dievakuasi, ular piton tersebut langsung diamankan oleh petugas Damkar untuk mencegah potensi gangguan serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi salah satu respons cepat petugas Damkar Tanahdatar dalam menangani laporan warga terkait keberadaan hewan liar di lingkungan permukiman.(*)
Editor : Hendra Efison