Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Washington Tembak Drone Teheran, PM Pakistan Kirim Surat ke Mojtaba Khamenei

j
Penulis: jpg❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Amerika Serikat (AS) memprovokasi Iran di segala lini. Tak hanya berkali-kali melanggar gencatan senjata dengan beragam alasan, negeri tuan rumah Piala Dunia 2026 itu juga hanya mengizinkan tim nasional Iran masuk wilayahnya saat bertanding saja dalam ajang akbar empat tahunan tersebut.

Pelanggaran gencatan terkini dilakukan AS Sabtu (6/6) dengan menembak dua drone atau pesawat nirawak Iran yang terbang di atas Selat Hormuz. “Militer AS telah menembak jatuh dua drone Iran karena membahayakan lalu lintas maritim di Selat Hormuz,” ujar Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) dalam rilis resmi di X.

Sampai berita ini selesai ditulis kemarin (7/6) pukul 19.00, belum ada pernyataan resmi dari Teheran menanggapi klaim Washington DC itu. Namun, berkaca pada pelanggaran gencatan yang dilakukan AS sebelumnya, Iran selalu membalas.

Advertisement

Sementara itu, pada hari yang sama dengan ditembaknya drone Iran tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi tiba di Teheran. Dia membawa surat dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Asim Munir untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

“Saya berharap semua berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang baik,” kata Naqvi seperti dikutip dari Farsnews.ir.

Pakistan merupakan mediator perundingan Iran dan AS. Meski masih saling serang sejak gencatan berjalan mulai 8 April lalu, kedua pihak masih berunding. Namun, sampai sekarang belum menghasilkan kesepakatan.

Advertisement

Dalam kaitan dengan statusnya sebagai satu dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, AS juga terus mempersekusi Iran. Visa hanya diberikan kepada para pemain dan pelatih, tetapi tidak untuk 14 ofisial.

Mengutip ESPN, yang tidak termasuk mendapat visa adalah Sekjen dan Wakil Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Hedayat Mombeini serta Mehdi Mohammad Nabi. Begitu pula Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, meski belum ada konfirmasi resmi.

“Apa yang dilakukan AS telah menggagalkan upaya untuk memberikan perlakuan yang sama dan menghadirkan turnamen yang bebas dari diskriminasi,” kata FFIRI dalam pernyataan resmi mereka.

Salah satu alasannya adalah karena belasan orang itu dianggap memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). AS, juga Kanada, tuan rumah Piala Dunia 2026 lainnya, telah menempatkan IRGC dalam daftar hitam kelompok teroris.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Iran Serentak Bombardir Enam Negara

Iran Serentak Bombardir Enam Negara

Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di sekitar Teluk Persia.

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer, Dipicu Penembakan Kapal Kargo di Selat Hormuz

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer, Dipicu Penembakan Kapal Kargo di Selat Hormuz

Ada presiden yang hobinya omon-omon di podium, ada pula presiden yang doyan mengancam lewat unggahan di media sosial.

Harga Minyak Kian Memanas

Harga Minyak Kian Memanas

Kenaikan harga minyak dunia yang efeknya merembet sampai ke Indonesia dipicu ketegangan di Timur Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer