Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran-Israel Saling Tembak Rudal, Harga Minyak Melonjak

j
Penulis: jpg❯
ilustrasi ai
ilustrasi ai

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Konflik Israel dan Iran kembali meledak. Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah kota di Iran kemarin (8/6). Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Teheran menembakkan rudal dan roket ke wilayah utara Negeri Yahudi itu.

Adu senjata pertama antara kedua negara ini terjadi sejak Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata pada 8 April lalu. Mengutip The Guardian, ledakan di Iran terjadi di Teheran, Isfahan, Karaj, dan Tabriz kemarin (8/6) dini hari.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas Iran langsung menutup wilayah udara di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran. Hingga kemarin siang waktu setempat belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Advertisement

Baca Juga: Sehari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Di sisi lain, militer Israel menyebut seluruh rudal dan roket Iran berhasil dicegat sistem pertahanan udara atau jatuh di area terbuka sehingga tidak menimbulkan korban.

Adapun Teheran menegaskan bahwa serangan mereka merupakan respons langsung atas operasi militer Israel di Lebanon, khususnya serangan terhadap kawasan Dahieh di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah, kelompok yang mereka dukung.

Advertisement

IRGC menyebut bahwa serangan tersebut merupakan awal dari serangan penuh sepekan ke depan. Mereka juga mengklaim wilayah udara kawasan di Lebanon yang diduduki Israel.

Kepala Komando Khatam al-Anbiya Iran Jenderal Ali Abollahi memperingatkan bahwa Teheran siap meningkatkan serangan jika Israel terus menggempur Lebanon atau membalas aksi Iran.

“Tentara Israel harus menghentikan serangannya di Lebanon selatan dan pinggiran kota. Jika mereka memperluas serangannya ke wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan,” kata Abollahi seperti dikutip dari Middle East Eye.

Ancam Perundingan

Dari Washington DC, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengaku tidak senang dengan serangan Israel ke Beirut. Sebab, serangan tersebut disebutnya mengganggu proses negosiasi antara AS dan Iran.

Trump mengungkapkan, serangan Israel di Beirut tidak dikoordinasikan dengan Washington. Dia pun meminta kedua pihak menahan diri. “Serangan rudal Iran juga tidak membantu upaya diplomasi yang sedang berlangsung,” bebernya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Serangan Iran di Jordania Tewaskan  Dua Tentara AS

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania

Trump Teken MoU, Iran Tegaskan Uranium dan Rudal Bukan Objek Negosiasi

Trump Teken MoU, Iran Tegaskan Uranium dan Rudal Bukan Objek Negosiasi

Trump meneken MoU dengan Iran di Paris, sementara Teheran menegaskan uranium dan program rudal tidak masuk agenda negosiasi.

CAR Tembus 25 Persen, Perbankan Diklaim Solid

CAR Tembus 25 Persen, Perbankan Diklaim Solid

OJK memastikan perbankan nasional tetap kuat menghadapi tekanan global dan risiko geopolitik Timur Tengah berkat modal yang aman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer