Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Naik setelah AS Blokade Pelabuhan

j
Penulis: jpg❯
Selat Hormuz masih menjadi pusat ketegangan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu saling serang dalam beberapa hari terakhir. (ANADOLU AJANSI)
Selat Hormuz masih menjadi pusat ketegangan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu saling serang dalam beberapa hari terakhir. (ANADOLU AJANSI)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Iran menutup Selat Hormuz. Amerika Serikat (AS) membalasnya dengan memblo­kade pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Kini, Teheran yang terus-menerus diserang Washington DC mengancam akan menutup jalur krusial distribusi minyak dan gas lainnya: Selat Bab al-Mandab.

Lewat Bab al-Mandab, selat sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, Arab Saudi mengalirkan ekspor minyaknya. Jalur itu pula yang dilewati armada distribusi energi dunia dalam jumlah yang signifikan.

Dampaknya langsung te­rasa pada harga minyak dunia. Mengutip UNN, per Selasa (14/7), minyak mentah Brent berjangka naik US$ 1,43 atau 1,7 persen menjadi US$ 84,73 per barel.

Advertisement

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika menguat US$ 1,20 atau 1,5 persen menjadi US$ 79,34 per barel.

UNN juga mengingatkan, bahwa pada awal pekan ini harga minyak dunia sempat melonjak lebih dari sembilan persen hingga menyentuh level tertinggi dalam sebulan setelah muncul laporan me­ngenai rencana AS memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran.

Jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap rantai pasok energi global di­per­kirakan akan semakin besar, termasuk potensi kenaikan harga minyak yang dapat berdampak pada inflasi dan biaya energi di berbagai negara. Hal itu harus diwaspadai semua negara, tak terkecuali Indonesia.

Advertisement

Para analis menyebut, pasar juga mengalami kebingungan atas kondisi di Selat Hormuz. Terutama dipicu pernyataan Trump bahwa AS bakal ikut cawe-cawe di jalur yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia tersebut.

Caranya, dengan mengenakan tarif 20 persen untuk semua kapal yang melintasi selat yang memisahkan Iran dengan Oman tersebut. “Pa­sar masih bertanya-tanya, Apakah kami akan memba­yar Iran untuk mendapatkan perlindungan atau kami membayar AS saja, juga untuk perlindungan? Dan, be­rapa persisnya yang harus dibayar? “ kata Andy Lipow, analis di Asosiasi Perminyakan Lipow, seperti dikutip dari AFP (14/7).

Namun, Trump akhirnya menarik ancaman penge­naan tarif 20 persen tersebut. “Semua kapal bebas melintas (di Selat Hormuz), kecuali untuk Iran, dan AS akan me­ngimplementasikan blokade penuh khusus untuk kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran,” tulis Trump di akun Truth Social-nya.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Minyak Kian Memanas

Harga Minyak Kian Memanas

Kenaikan harga minyak dunia yang efeknya merembet sampai ke Indonesia dipicu ketegangan di Timur Tengah.

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Serangan Iran di Jordania Tewaskan  Dua Tentara AS

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer