Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Tembaki Tanker, Iran Ancam Perang Bakal Meluas

j
Penulis: jpg❯
Formasi terbang Carrier Air Wing (CVW) 7 terbentuk di atas USS George H.W. Bush (CVN 77) di Laut Arab. AS kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran, yang kemudian dibalas Iran. (CENTCOM)
Formasi terbang Carrier Air Wing (CVW) 7 terbentuk di atas USS George H.W. Bush (CVN 77) di Laut Arab. AS kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran, yang kemudian dibalas Iran. (CENTCOM)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Amerika Serikat (AS) mulai menembaki kapal-kapal yang melintas menuju Iran. Sebuah kapal tanker minyak diserang dengan rudal Hellfire di Selat Hormuz kemarin (16/7), yang kemudian dibalas dengan gempuran Iran ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Mengutip The Guardian, kapal tanker tanpa muatan yang hendak menuju Pulau Kharg itu menjadi sasaran setelah mengabaikan sejumlah peringatan militer AS. Washington DC menyebut, operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Pada saat bersamaan, militer AS juga menggempur pertahanan pantai, lokasi rudal, serta sejumlah sasaran di Teheran, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Sirik.

Serangan Amerika juga menjangkau sejumlah wi­layah lain. Middle East Eye melaporkan, terjadinya ledakan di Chabahar, Konarak, Rask, Khondab, Khorramabad, dan Semnan.

Advertisement

Direktur Jenderal Kantor Keamanan dan Penegakan Hukum Provinsi Semnan Mah­moud Ghodrati memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Area per­mukiman tidak menjadi sasaran,” ujarnya.

Iran merespons melalui fase ke-10 Operasi Petir. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, telah menyerang sistem radar peringatan dini C-RAM di Pang­kalan Ali Al-Salem dan Kuwait. Selain itu, diserang pula sistem komunikasi dan radar di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Mengutip Al Jazeera, Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia memperingatkan, perang dapat meluas apabila serangan Amerika terus berlanjut. “Jika agresi Amerika berlanjut, perang akan meluas ke arena baru. Sebagian besar kemampuan angkatan bersenjata kami belum ditunjukkan,” katanya.

Advertisement

Meski mengeluarkan ancaman tersebut, Akraminia menegaskan, Iran tidak berniat berkonfrontasi dengan negara-negara tetangganya di Ti­mur Tengah. Menurut dia, Teheran tetap mengedepankan hubungan persaudaraan dengan negara-negara kawasan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali men­­desak Teheran menerima ke­sepakatan yang ditawarkan Washington. Namun, Iran menegaskan, ti­dak akan lagi te­rikat pada nota kesepahaman (memorandum of understan­ding/MoU) dengan AS yang telah diteken sebelumnya apabila Washington terus mengabaikan isi kesepakatan ter­sebut.

“Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman ini, kami tidak punya alasan untuk mematuhinya,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sementara itu, pengamat Timur Tengah BRIN Nostalgiawan Wahyudi menilai, saat ini AS memang tengah mengalihkan fokus dari isu pengembangan nuklir Iran. Pergeseran perhatian itu disebut terjadi setelah kemampuan nuklir Iran dinilai belum mencapai tahap yang mengkhawatirkan, sementara Selat Hormuz me­nawarkan kepentingan geopolitik dan ekonomi yang lebih besar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Serangan Iran di Jordania Tewaskan  Dua Tentara AS

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam posisi pasukan AS di Jordania

Harga Minyak Naik setelah AS Blokade Pelabuhan

Harga Minyak Naik setelah AS Blokade Pelabuhan

Iran menutup Selat Hormuz. Amerika Serikat (AS) membalasnya dengan memblo­kade pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Harga Minyak Dunia Bertahan Setelah Anjlok pada Awal Pekan, Pasar Tunggu Kepastian Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Bertahan Setelah Anjlok pada Awal Pekan, Pasar Tunggu Kepastian Selat Hormuz

Harga minyak dunia bergerak stabil, tetapi masih menuju penurunan mingguan lebih dari 10 persen. Pasar menunggu kepastian Selat Hormuz.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer