Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalur Kelok 44 Mulai Bisa Dilewati, Pengendara Diminta Hati-hati

Novitri Selvia • Jumat, 7 Agustus 2020 | 09:20 WIB
TINJAUAN: Wali Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Khairul Hadi Datuak Paduko Marajo Lelo bersama anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Datuak Bijo Dirajo saat meninjau rencana pembangunan jalan usaha tani beberapa waktu lalu.(IST)
TINJAUAN: Wali Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Khairul Hadi Datuak Paduko Marajo Lelo bersama anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Datuak Bijo Dirajo saat meninjau rencana pembangunan jalan usaha tani beberapa waktu lalu.(IST)
Sempat lumpuh selama 10 hari, akses Maninjau-Matur menuju Bukittinggi via Kelok 44 kembali normal. Perbaikan darurat jalur tersebut sudah selesai dilakukan dan telah bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat, Rabu (5/8) malam.

Camat Tanjungraya, Handria Asmi menyebut, meski bisa dilalui lagi, pengendara yang melintasi Kelok 44 tetap diminta hati-hati. Selain itu, kendaraan roda empat bertonase berat mencapai 10 ton lebih tetap dilarang melewati jalur itu.

“Malam kemarin, akses Maninjau-Bukittinggi lewat kelok 44 sudah bisa dilewati kembali, setelah dilakukan pemasangan turap di kelok 10 yang amblas beberapa hari lalu. Untuk sementara, tonase kendaraan melewati jalur itu maksimal 10 ton, mengingat tanah timbunan yang masih baru,” kata Camat.

Dijelaskan, pemasangan turap dari batang kelapa ini, mulai dari alat berat datang hingga pengerjaan selesai memakan waktu dua hari, dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung. Selama itu memang, jalur ditutup total.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada DPUPR Sumbar, DPUTR Agam dan Forkopimca yang telah berupaya secepat mungkin agar akses Maninjau-Bukittinggi kembali lancar,” imbuhnya.

Untuk pengguna jalan, Handria Asmi mengimbau agar tetap berhati-hati melewati jalur tersebut, karena cuaca masih ekstreme dan kondisi jalan masih licin. “Terkait lanjutan perbaikan jalan secara permanen, masih menunggu informasi dari pihak DPUPR Sumbar,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, ruas jalan Kelok 44, persisnya di tikungan 10 amblas pasca diguyur hujan deras, Minggu (26/7) malam. Nyaris sebagian bahu jalan di kelok ke-10 amblas disebabkan longsor. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.

“Kondisi ini membuat akses lalu lintas terganggu, bahkan jalur penghubung Maninjau-Matur menuju Bukittinggi itu ditutup sementara waktu untuk kendaraan roda empat. Solusi sementara waktu arus lalu lintas melewati Kelok 44 dialihkan ke Palembayan,” kata Kabid KL BPBD Agam, Syafrizal. (p) Editor : Novitri Selvia
#kelok 44 #Handria Asmi