“Kita memiliki dana darurat yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan jembatan. Sementara, jalur penghubung yang dibangun sifatnya jembatan darurat jenis bailey,” kata Wakil Bupati Agam Irwan Fikri selepas meninjau lokasi bencana, kemarin.
Ditegaskan, paling lambat jembatan darurat sudah terbangun kurun waktu satu bulan. Untuk jembatan permanen katanya, akan diupayakan tahun depan sesuai kemampuan anggaran daerah.
Diketahui, jembatan penghubung masyarakat Nagari Panampuang menuju Nagari Lambah itu rusak pada Senin (4/10) dini hari. Saat ini warga terpaksa mengitari jalur alternatif sejauh 2 kilometer untuk bisa terhubung.
Selain meninjau lokasi jembatan putus, Wabup Agam beserta rombongan juga menyempatkan diri menjenguk korban pemilik rumah yang terdampak longsor di Nagari Canduang Kotolaweh, Kecamatan Canduang.
Selain menyemangati, korban yang diketahui bernama Darmiza, 62, juga diberi bantuan darurat. Berupa tikar, makanan siap saji, alat kebersihan, sembako, perlengkapan dapur plus uang duka.
“Bantuan itu diserahkan sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap korban dan sanak familinya. Harapan kami dapat mengobati kesedihan mereka yang tengah ditimpa musibah,” kata Wabup.
Menyusul sederet bencana yang melanda Kabupaten Agam dua hari terakhir, pihaknya meminta agar warga ke depan lebih waspada menyikapi cuaca yang mulai ekstrem.
“Sebagaimana diketahui, Agam merupakan daerah rawan bencana, apalagi ketika hujan melanda. Oleh karenanya, warga harus lebih siaga dan waspada,” harapnya.
Kalaksa BPBD Agam, Mhd Lutfi menambahkan, seluruh kecamatan di Kabupaten Agam berpotensi terjadi bencana, baik itu longsor, banjir, angin puting beliung dan lainnya.
“Maka kewaspadaan masyarakat memang dituntut untuk menyikapi hal ini, supaya dapat meminimalisir risiko bencana,” katanya.
Mengingat Agam berpotensi bencana, pihaknya selalu siagakan personil beserta peralatan. Sehingga ketika terjadi bencana bisa langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. (ptr) Editor : Novitri Selvia