“Sesuai dengan fungsi kita yang diamanahkan masyarakat melalui DPRD, ketika dapat informasi adanya pembangunan yang tidak terjadi sesuai dengan ketentuan, kami turun ke lapangan. Dengan harapan, tentu semua pembangunan kabupaten Agam tidak terjadi hal yang seperti ini. Dan ini sungguh memprihatinkan kami, kami percaya penuh ke pemerintah daerah, kepada dinas, agar semua yang telah disepakati di badan anggaran, direncanakan sebaik-baiknya,” kata Feri Adrianto dari Fraksi Demokrat DPRD Agam.
Dalam kunjungan itu, ada empat anggota komisi III DPRD Agam, yakni, Feri Adrianto dan Dodi (Demokrat), Irfawaldi (PPP), dan M Bakhri (Nasdem). Feri mengatakan, mengingat keterbatasan anggaran, tentu lebih mengutamakan kualitas dan juga asas manfaat.
“Jadi, turunnya komisi III DPRD Agam ini ke lapangan, agar ke depan tidak ad a lagi pembangunan seperti ini. Kami tidak peduli dengan siapa-siapanya, kami peduli dengan ketentuan yang ada. Kami berpihak kepada masyarakat, tanpa diminta masyarakat, kami berpihak kepada masyarakat. APBD kita kecil, biarlah pembangunan sedikit, tapi yang sedikit itu bisa berkualitas dan bermanfaat,” tambah dia.
Hal senada juga dikatakan Fraksi Demokrat lainnya Dodi. “Untuk sementar a kita berharap dan meminta kepada rekanan, dinas terkait, untuk memberhentikan sementara proyek ini. Kita akan memanggil pihak kontraktor, dinas, konsultan pengawas, konsultan perencana. Setelah kita matangkan, apa boleh dia melaksanakan pekerjaan ini atau tidaknya itu hasil keputusan DPRD dengan mitra kerja lainnya,” ujar Dodi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam Ardianti mengatakan, pihaknya seirama dengan anggota DPRD, karena pembangunan ini untuk masyarakat, tentu sebaiknya hasilpun maksimal dinikmati masyarakat.
“Jadi kami lihat, proyek DAM ini membahayakan robohnya DAM ini selain menghambat akses jalan umum, lokasinya juga di sekolah. Akan kami tindaklanjuti secepatnya,” kata Ardianti.
Direktur CV Execellent, Ibnu Sakdi mengatakan, pihaknya sebagai rekanan tetap menjalankan pengerjaan proyek sesuai perencanaan dan gambar. Sebagai rekanan, pihaknya selalu mendrop bahan sesuai dengan kebutuhan.
“Kami tidak pernah menahan-nahan penambahan bahan, apabila kurang kita akan terus kirimkan. Temuan ini, saya tidak pernah dilaporkan oleh tukang yang bekerja. Saya yakin proyek ini berjalan sesuai dengan perencanaan. Dengan begitu bisa sama-sama mengawasi, karena proyek ini juga kebutuhan warga,” kata Ibnu Sakdi.
Dengan dihentikan pengerjaan proyek sementara ini, pihaknya sangat dirugikan, karena waktu terus berjalan dengan sesuai kontrak yang tidak lama lagi. “Karena ini tugas beliau saya mengerti. Nanti kalau pengerjaan telat tidak sesuai dengan kontrak, otomatis kita diberikan denda,” tukasnya. (rid) Editor : Novitri Selvia