Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Poktan Caruak Indah Pasarkan Produk Hortikultura dengan Merek Dagang THREZ'O

Hendra Efison • Sabtu, 29 Juli 2023 | 14:23 WIB
Direktur Buah dan Florikultura (Buflo) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr Liferdi Lukman saat berkunjung ke Jorong Kubu, Nagari Padang Laweh, Jumat (28/7/2023).
Direktur Buah dan Florikultura (Buflo) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr Liferdi Lukman saat berkunjung ke Jorong Kubu, Nagari Padang Laweh, Jumat (28/7/2023).
PADEK.JAWAPOS.COM– Kelompok Tani Caruak Indah yang berdiri sejak 2004, mengolah lahan seluas 44 hektare di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, yang ditanami tanaman hortikultura seperti cabai merah, dan kol.

Ketua Poktan Caruak Indah, Zulkarnain menyampaikan tujuan Poktan Caruak Indah adalah menyediakan, menampung hasil panen serta pengolahan hasil panen dan abon cabai yang saat ini produksinya mencapai 10 ton/hari.

Hal tersebut mampu mengangkat harkat dan penghasilan petani serta mendorong perkembangan lembaga keuangan nagari dan dapat memicu perkembangan ekonomi rumah tangga petani.

Dalam meningkatkan hasil tani, Poktan Caruak Indah telah menciptakan berbagai inovasi salah satunya melakukan penangkaran bibit kol bunga lokal.

Selanjutnya pembibitan aneka sayur hortikultura dengan melakukan penyemaian dan pembibitan pada beberapa titik di Nagari Padang Laweh serta pengolahan hasil panen sayuran seperti abon cabai.

Tidak hanya itu poktan juga menjalin kerjasama dengan PPL untuk mengembangkan pengetahuan petani dan kesehatan pangan serta  melakukan pengamatan pasar untuk mengetahui selera pasar dan mengetahui berapa harga sayur di pasar setiap harinya.

Kemudian membuat inovasi pengemasan hasil pertanian dengan mendistribusikan hasil panen langsung kepada konsumen dalam merek dagang “THREZ'O”.

THREZ'O Indonesia sendiri merupakan badan usaha yang terlahir dari kreasi Poktan Caruak Indah untuk merangkul poktan dalam memproduksi sayur P-3  (Produk Prima aman Pestisida).

Inovasi-inovasi tersebut mendapatkan apresiasi langsung dari Direktur Buah dan Florikultura (Buflo) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr Liferdi Lukman SP MSi saat berkunjung ke Jorong Kubu, Nagari Padang Laweh, Jumat (28/7/2023).

Ia menyebutkan dibutuhkan beberapa strategi yang perlu dilakukan kelompok tani agar lahan dapat diketahui banyak orang.

Pertama, tumbuhan organik bisa menjadi krusial dan memberikan keuntungan serta harus mengetahui bagaimana cara yang benar untuk penyemprotan pastisida, pemupukan tanaman.

Kedua, memasarkan produk melalui sosial online dan menginformasikannya kepada masyarakat.

“Sosmed harus aktif dan harus sering untuk menginformasikan tentang hasil taninya. Kemudian jika sudah punya produk, harus punya pemasaran yang bagus dan baik untuk masyarakat,” ungkap Liferdi.

Ia berharap keuntungan terbesar dari usaha ini dapat dinikmati oleh para petani, bukan hanya pedagang saja. Para petani menanggung risiko, sedangkan pedagang tidak.

Liferdi melanjutkan, sedangkan untuk mengekspor hasil tani perlu memperhatikan 3K yaitu kualitas, kuantitas, kontiniu.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Afniwirman menambahkan saat ini perlu diciptakan daya tarik wisata yang fleksibel dan dinamis.

“Hasil panen kita pasti tidak sama, biasanya juga tanaman yang umur di atas separuh baya juga produktivitasnya menurun dan kualitasnya tidak sama ketika masih muda. Dan jika seperti itu tentu peminatnya juga berkurang. Hal-hal seperti itu dapat disiasati dengan olahan. Jika sudah bentuk olahan maka hasilnya akan berbeda,” tutupnya. (*) Editor : Hendra Efison
#Caruak Indah #Penangkaran bibit kol #produk hortikultura #Merek Dagang THREZ'O