Pria kelahiran 21 Mei 1997 ini tertarik di dunia musik semenjak dirinya menjadi ketua OSIS di MTSN Padang Tarok, sembari juga bermain bola kaki. Sehingga menjadi kebiasaan baginya bersenandung diiringi dengan petikan gitar dengan melodi khas suaranya yang serak-serak basah.
Anak ke-6 dari 6 orang bersaudara ini melanjutkan hobinya hingga dirinya duduk dan menimba ilmu di SMK N 7 Padang dan mulai belajar teknik vokal dan intonasi suara yang cocok dalam menyanyi.
"Alhamdulillah semasa SMK sudah mulai keliatan jiwa seninya, akhienya saya mengikuti lomba-lomba salah satunya adalah lomba di Jakarta di Taman Ismail Marzuki mewakili Sumbar. Kemudian, lomba tari atau musik tradisi se SMK Kota Padang," ujarnya.
Anak dari Ibunda Emsiwar ini memang hobi dalam dunia seni dan musik. Menurutnya, kesuksesan di dunia musik patut untuk dikejar. "Yang pastinya kita belajar, dan menikmati prosesnya," katanya.
Dari semasa duduk di bangku SMK sudah mencoba untuk mendalami dunia musik, dan sudah mencoba untuk membuat sebuah karya.
Meskipun tidak pernah masuk sanggar, tetapi dikarenakan saya sekolah di SMKN 7 Padang sekolah kesenian di situlah saya belajar musik ditambah dengan Guru-guru SMK 7 Padang, dan teman-teman seperjuangan, merekalah yang mengajarkan saya untuk bermain musik.
Bahkan ia sudah pernah manggung di berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Padang bahkan Singapura. Di mana event-event yang ia hadiri adalah event yang berbau dengan musik tradisional.
Saat ini, ia produktif berkarya melalui akun youtube Raja Musica dan melalui akun Instagram pribadinya Afdhal Zikri.
Meskipun mencintai dunia seni, ia juga ingin mencicipi ilmu dari bidang lainnya sehingga ia melanjutkan pendidikan di STKIP PGRI jurusan Bahasa Indonesia. "Namun, hal ini sama sekali tak mengurangi kecintaan saya terhadap dunia seni," ungkapnya.
Saat ini ia sudah menyanyikan lebih dari ratusan lagu dan sudah memiliki puluhan lagu ciptaannya sendiri dan pada umumnya diposting di akun Youtube Raja Musica.
Lagu-lagu tersebut berjudul Cinto Sapasukuan (2022), Kain Tak Saragi (2022), Sasalan Manaruah Raso (2023), Minang Barayo (2022) dan beberapa lagu lainnya.
Dan beruntungnya, idolanya semasa kecil yakni Ariel Noah atau Nazriel Ilham berhasil duet sepanggung dengannya pada event lomba yang berhasil ia menangkan menjadi juara 1 dan akhirnya berduet dengan Ariel Noah.
"Alhamdulillah saya pernah duet dengan idola saya dari waktu saya kecil yaitu Nazril Irham yang biasa kita panggil Ariel Noah pada event jiwater yang mengadakan tantangan mengulang lagu noah yang berjudul Kukatakan dengan indah lalu saya garap menggunakan alat tradisional Minangkabau dan akhirnya berhasil mendapat juara 1," katanya.
Selanjutnya, banyak pengalaman berharga yang ia dapatkan saat manggung bersama artis papan atas itu salah satunya adalah bagaiman amelatih teknik suara dan juga belajar bagaimana menjadi seorang idola bagi diri sendiri baru menjadi idola orang lain.
Hingga saat ini hampir semua alat musik sudah ia kuasai. Sebab dirinya yang berlatar belakang berasal dari sekolah seni. Yang paling sulit menurutnya adalah konsisten dengan waktu, dikarenakan setelah saya sudah tamat kuliah saya mencba untuk membantu kakak saya bekerja di Advertising, jadi untuk membagi waktu bermusik agak susah untuk saat ini. (s) Editor : Hendra Efison