Kepala Dinas Pertanian Agam, Afniwirman mengatakan, serangan hama tikus terhadap sawah petani yang sudah ditanami padi terdapat di Kecamatan Baso dan Tilatangkamang. Tanaman padi yang diserang mengalami kerusakan 40-50 persen.
Di Baso, katanya, serangan hama tikus tersebar di Nagari Padangtarok dan Simarasok. Sedangkan di Tilatangkamang, serangan hama menyasar areal persawahan di Nagari Kototangah.
“Saat ini, kondisi tanaman padi di wilayah itu masih ada terserang hama tikus. Akibatnya, sekitaran 40-50 persen lahan padi itu sudah dalam kondisi rusak,” katanya.
Namun demikian, lahan padi yang diserang hama tikus tersebut menurutnya masih bisa dipanen sebagian atau tidak mengalami fuso sepenuhnya. “Dalam satu hamparan, hanya beberapa petak yang diserang atau rusak, selebihnya bisa di panen. Catatannya tentu serang hama harus ditangani dulu,” katanya.
Pihaknya, tambah Afniwirman, telah menyurati wali nagari agar turun membantu petani untuk pengendalian hama tersebut. Salah satunya dengan cara membersihkan lingkungan sekitar lahan pertanian.
“Apabila lahan pertanian kita bersih, maka tikus tidak akan berkembang biak. Ini bisa jadi upaya mencegah agar serangan hama tikus tidak berlanjut dan meluas,” jelasnya.
Di samping itu, katanya lagi, Dinas Pertanian Agam juga telah menyiapkan peralatan untuk berburu hama tikus. Bahkan aksi berburu tikus juga telah dilakukan di lahan yang diserang.
“Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Pertamanan Sumbar dan Pemprov Sumbar siap membantu tambahan peralatan. Kita berharap upaya yang kita lakukan ini dapat mengurangi serangan hama tikus,” pungkasnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia