Satgas ini dibentuk sebagai upaya menjaga keamanan masyarakat dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayah Agam.
Sejumlah instansi turut dilibatkan, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta instansi terkait lainnya di lingkungan Pemkab Agam.
Rapat pembentukan Satgas digelar di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Selasa (28/5), dan dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Rahman SIP, bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bambang Warsito SSos MSi.
“Satgas ini sangat penting untuk dibentuk karena langsung berdampak pada keamanan masyarakat. Aksi premanisme tidak hanya meresahkan warga, tapi juga memengaruhi minat investor untuk menanamkan modal di daerah kita,” ujar Rahman.
Rahman menambahkan, praktik pungutan liar berkedok "uang keamanan" yang dilakukan oleh oknum tertentu sangat merugikan dunia usaha dan menciptakan ketidaknyamanan bagi pelaku investasi.
Satgas Terpadu ini akan bertugas sesuai dengan peran masing-masing instansi dan diharapkan mampu menjalankan fungsi secara maksimal dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung agenda pembangunan daerah.
“Ini adalah langkah strategis menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Lingkungan yang aman dan nyaman adalah syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Rahman.
Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk gangguan terhadap ketertiban umum demi menciptakan wilayah yang ramah investasi dan aman bagi seluruh warga.(*)
Editor : Hendra Efison