PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam memastikan akan memperhatikan aspek keberlanjutan sosial dan ekonomi warga yang direlokasi dari kaki Gunung Marapi ke Surabayo, Lubukbasung.
“Kita menyadari merelokasi warga mempengaruhi pola hidup dan ekonomi mereka. Meningkatkan kreativitas untuk menumbuhkan ekonomi, membutuhkan waktu sampai mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam, Edi Busti.
Pemerintah daerah, lanjutnya, sebelumnya telah mengkaji dan berkomitmen bahwa pemindahan para korban yang terdampak bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi ini tidak memutus mata pencaharian warga, tetapi justru menjadi langkah awal pemulihan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dengan kata lain, jelasnya, pemerintah siap membantu mereka yang direlokasi baik dalam aspek sosial maupun ekonomi. Bantuan ini tidak sekadar menyiapkan hunian tetap dan infrastruktur pendukung di lokasi relokasi, tapi juga meliputi berbagai bentuk, seperti bantuan biaya hidup, bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Agam, Rinaldi menambahkan, fasilitasi sosial ekonomi warga relokasi itu dengan melibatkan lintas perangkat daerah, seperti Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan lainnya.
Tugas dari dinas tersebut sesuai tupoksinya seperti Dinas Sosial akan menyiapkan bantuan sosial, Dinas Koperasi UMKM untuk memfasilitasi bidang usahanya dan lainnya.
Bantuan yang diberikan nantinya sesuai dari mata pencaharian warga yang direlokasi tersebut, sehingga mereka memiliki usaha baru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari pendataan yang dilakukan, usaha merela berupa menjahit, salon, berjualan dan lainnya. “Dengan dasar itu, mereka dibantu dinas terkait untuk mendukung usaha mereka. Saat ini kebutuhan itu sedang dalam proses pengadaan,” katanya.
Ia menambahkan ada 77 kepala keluarga korban erupsi Gunung Marapi dari Kecamatan Sungaipua, Canduang dan Ampekangkek yang direlokasi ke Surabayo, Lubukbasung pada April 2025 lalu.
Sebelumnya mereka sudah dibantu biaya hidup selama satu bulan Rp 1,2 juta menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT). Baznas Agam juga menyalurkan bantu berupa beras sebanyak 750 kilogram, telur ayam ras 75 kray, minyak goreng 150 liter dan lainnya.
Masing-masing kepala keluarga, tambahnya, mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram, telur ayam ras satu kray, minyak goreng dua liter dan garam. (ptr)
Editor : Novitri Selvia